Akun Medsos ASN Mulai Dipelototi

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat akan mengawasi pengguna media sosial (medsos) dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN). Pengawasan dilakukan untuk memastikan sikap netralitas jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Ketua Bawaslu Jawa Barat Harminus Koto menjelaskan, pengawasan akun medsos milik abdi negara sebagai lanjutan larangan yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Menurut Koto, pihaknya akan melototi akun medsos yang dibantu tim siber kepolisian.

“Tim siber kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian. ASN ini dilarang untuk memposting, meng-like, atau berselfie dengan calon kepala daerah,” ujar Koto, Senin (15/1/2018).

Pengawasan akun medsos sebagai antisipasi adanya keperbihakan ASN terhadap calon kepala daerah. Bawaslu Jawa Barat mencatat, terdapat 10 kasus yang melibatkan ASN dalam pesta demokrasi pada Pilkada serentak 2017. Kasus tersebut bermula dari keberpihakan ASN melalui medsos.

Menurut Koto, lembaganya bisa merekomendasi sanksi kepada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kepegawaian Daerah (BKPPD) jika penelusuran menyatakan ASN terindikasi melanggar aturan ini. Sanksi bisa berupa penurunan pangkat setingkat hingga penundaan kenaikan gaji.

“Semua akun medsos kami awasi. Mulai dari facebook, instagram, twitter, maupun youtube,” kata Koto.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi Novita Ulya Hastuti mengungkapkan, lembaganya telah meminta BKPPD Kota Bekasi untuk mensosialisasikan aturan penggunaan medsos. Menurutnya, BKD Kota Bekasi juga memahami kondisi Pilkada. Sehingga, netralitas ASN sangat berguna.

“Karena ini untuk integritas ASN juga. Jangan coba-coba untuk mengelabuhi petugas. Karena pengawasannya sudah sangat luas, apalagi media juga tak luput mengawasi,” terang Novita.

Novita menambahkan, ASN harus menyadari pentingnya kontroling penggunaan medsos. Pihaknya tak ingin ASN ada yang mengabaikan atura yang sudah diterbitkan oleh Kemenpan RB. Menurutnya, sikap netral yang ditunjukan ASN melalui medsos akan memberikan imbas kepercayaan.

“Jangan pikir Pilkada ini urusan masyarakat dengan calon kepala daerahnya saja, tapi ASN juga harus turut memberika andil dalam menjaga netralitasnya,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ahmad Syaikhu Tinggalkan Rumah Dinas

Ahmad Syaikhu Tinggalkan Rumah Dinas

AHMAD Syaikhu hari ini mulai meninggalkan rumah dinasnya yang berada di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Rabu (21/2/2018). Ia berkemas …