Melihat Dampak KRL Jakarta-Cikarang Terhadap Angkot K 01-A

Masyarakat pengguna KLR di Bekasi Timur hendak menuju Stasiun Cikarang, Senin (9/10/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Masyarakat pengguna KLR di Bekasi Timur hendak menuju Stasiun Cikarang, Senin (9/10/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KEBERADAAN KRL Bekasi-Cikarang memunculkan efek domino. Salah satu yang terasa saat ini ialah penurunan jumlah penumpang angkot Elf atau K 01-A.

“Banyak yang ngeluh sopir angkutan umum. Ini efek dari keberadaan KRL Bekasi-Cikarang jadi angkutan umum sepi penumpang,” kata pengamat transportasi, Profesor Fathulah, Jumat (12/1/2018).

Menurutnya, jika persoalan tersebut dibiarkan, angka kejahatan berpotensi naik.

“Penambahan infrastruktur itu bagus, tapi harus dipikirkan juga efek dominonya. Coba lihat itu sopir elf angkutan umum banyak yang mengeluh, karena memang banyak masyarakat yang beralih menggunakan KRL,” tuturnya.

Lanjutnya, pemerintah harus melakukan kajian efek dari peluncuran KRL Bekasi-Cikarang terlebih dahulu dan tidak asal action.

“Kebanyakan pemerintah kita ini soal efek masa bodo, yang penting dia punya program jalan. Tapi soal efeknya tidak dipikirin. Inikan soal masyarakat,” katanya.

Keberadaan KRL Bekasi-Cikarang, lanjut Fathulah, tidak bisa serta merta menyelesaikan persoalan kemacetan. Bahkan menurutnya, kemacetan di Kabupaten Bekasi tidak mengalami perubahan.

“Sama sekali tidak ada perubahan. Meski ada KRL Bekasi-Cikarang tetap saja macet. Orang bawa mobil itu bagian dari status, jadi susah merubah itu,” ungkap warga Perumahan Taman Aster, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi ini.

(enr/ps/gob)



loading...

Feeds

Belum Capai Terget, Pendaftaran Agen Sosialisasi Pilgub Jabar Diperpanjang

Hasil Survei Bukan Syarat Kemenangan

TIM Pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubenur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), Waras …