Kades Srijaya Hidupkan Budaya Lama Gabus: Tempayan Desa

Kades Srijaya Drahim Sada saat peresmian tempayan desa, Jumat (12/1/2018). (Foto: Drahim)

Kades Srijaya Drahim Sada saat peresmian tempayan desa, Jumat (12/1/2018). (Foto: Drahim)

DESA Srijaya yang terkenal dengan Tugu Golok, mempunyai program baru bernilai budaya dan sosial, program tersebut diberi nama Tempayan Desa.

Tempayan desa didesain berbentuk kotak tinggi dan berwarna biru, setinggi dispenser beserta galon air mineral. Bagian atas terdapat pintu yang bisa dibuka untuk mengganti galon jika habis. Di bagian pintu terdapat gambar tempayan tradisional.

Di bagian bawah terdapat corong dispenser untuk mengeluarkan air. Ada 2, tetapi fungsi panas-dingin sengaja dinonaktifkan. Di bagian paling bawah terdapat pintu kecil bertuliskan ini punya kita, jaga bareng-bareng.

Kemudian di sisi kanan dan kiri ada tempat meletakkan gelas. Di sebelah kiri kotak tempayan desa modern terdapat bangku dan pada bagian atas dilengkapi oleh kanopi.

Kepala Desa Srijaya Drahim Sada memang ingin memanjakan pejalan kaki yang kehausan di tengah terik matahari. Hal itu ia akui saat dihubungi gobekasi.co.id.

Tempayan pertama diletakkan di depan SDN Srijaya 02 dan 03, persis di sebelah Kantor Desa Srijaya. Tempayan kedua segera menyusul dalam waktu dekat dan akan diletakkan di depan sekolah.

“Kita angkat budaya lama. Orang tua kita dulu, hampir di tiap rumah khususnya Gabus, ada tempayan di depan. Itu khusus untuk umum, buat masyarakat yang lalu-lalang,” jelasnya.

Tempayan desa pertama tersebut ke depannya akan menjadi program Desa Srijaya. Drahim berencana akan membuat 10 sampai 15 titik tempayan desa yang akan diletakkan di fasilitas umum, perempatan, sekolah bahkan di tempat pemakaman umum (TPU).

“Kalau untuk di sekolah, kita bekerja sama dengan kepala sekolah. Mereka siap belikan air isi ulang kalau habis,” imbuh adik Damin Sada itu.

Untuk mengecek stok air, desa akan memberdayakan petugas air isi ulang. Nanti petugas tersebut akan mengganti galon jika habis dan membersihkan tempayan desa.

“Ini kita mulai, ini sosialnya tinggi kita juga angkat budaya lama. Jaman dulu orang tua kita susah tapi masih bisa beri air kepada orang,” jelasnya.

Tempayan Desa

Siswa SDN Srijaya 02 menggunakan tempayan desa untuk pertama kali, Jumat (12/1/2018). (Foto: Drahim)

Ia berharap warga Desa Srijaya dapat menjaga tempayan desa karena hal itu milik bersama dan juga program tersebut dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkan. (dam/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …