Ini Prediksi Pasangan Calon Walikota Bekasi

Prediksi pasangan calon Walikota Bekasi. (Foto: gobekasi)

Prediksi pasangan calon Walikota Bekasi. (Foto: gobekasi)

HARI terakhir pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon) wali kota dan wakil wali kota di Pilkada serentak 27 Juni 2018, sejumlah nama Bapaslon kini tengah beredar.

Namun, sampai ini belum ada satupun Bapaslon yang mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Timur, Rabu (10/1/2018).

Sejumlah nama yang mulai teredengar adalah Lilik Hariyoso-Sumiati Mochtar Mohamad. Keduanya diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan total 12 kursi di DPRD Kota Bekasi.

Mereka direncanakan datang ke Kantor KPU Kota Bekasi pukul 21.00 WIB dengan titik kumpul di Kantor Sekretariat DPC PDIP Kota Bekasi. Sumiyati adalah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan Lilik Hariyoso adalah anggota DPRD Kota Bekasi.

Bapaslon kedua adalah pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto. Rahmat Effendi adalah pertahana dari Partai Golkar, sedangkan Tri Adhianto seorang birokrat yang menjabat sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.

Kini, Tri diseragamkan oleh Partai Amanat Nasional. Pasangan ini didukung oleh Partai Demokrat, PPP, PBB, PKB, Nasdem dan Hanura dengan jumlah 25 kursi di DPRD Kota Bekasi. Pasangan ini akan diarak ke Kantor KPU pada pukul 22.00 WIB dengan titik kumpul di Masjid Agung Al-Barkah.

Sementara itu, Bapaslon ketiga adalah Nur Supriyanto dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) didampingi Adhy Firdaus dari Partai Gerindra, total kursi pendukung adalah 12.

Nur Supriyanto adalah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sedangkan Adhy Firdaus adalah Ketua Dewan Pendidikan dan Ketua Perbakin Kota Bekasi. Pasangan ini direncanakan datang ke KPU Kota Bekasi pada pukul 23.00 WIB dengan titik kumpul di Kantor DPD PKS Kota Bekasi. (kub/gob)

Calon walikota bekasi

Prediksi pasangan calon Walikota Bekasi. (Foto: gobekasi)



loading...

Feeds

Serikat Pekerja Tolak Penghapusan UMSK

Serikat Pekerja Tolak Penghapusan UMSK

PERWAKILAN Serikat buruh dalam Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi menolak penghapusan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK). Mereka meminta supaya pembahasan UMSK …