Gedung Serbaguna untuk SDN Pedurenan 5

Vida gandeng arsitek untuk pembangunan gedung serbaguna, Rabu (10/1/2018). (Foto: Yurizkha Aditya/GoBekasi)

Vida gandeng arsitek untuk pembangunan gedung serbaguna, Rabu (10/1/2018). (Foto: Yurizkha Aditya/GoBekasi)

VIDA Bekasi memberikan lahan seluas 2.100 meter persegi dan menggandeng arsitek Andra Matin untuk mendesain arsitektur gedung serbaguna yang modern serta ramah lingkungan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Vida Bekasi, Edward Kusuma.

Dirinya mengatakan membangun kebutuhan pendidikan anak adalah fondasi utama dalam pembangunan masyarakat khususnya di Bekasi.

“Selain membangun kawasan, tentu sudah menjadi tugas kami juga berkontribusi nyata pada masyarakat. Saat ini kami beruntung dapat menjawab kebutuhan anak-anak SD Negeri Pedurenan 5 Bekasi melalui gedung serbaguna,” ucapnya Rabu (10/1/2018).

Edward juga mengajak masyarakat luas untuk ikut serta menciptakan Bekasi yang lebih sejahtera misalnya dengan berkontribusi dalam kegiatan penggalangan dana pembangunan gedung SD Padurenan 5 di jalur utama di Distrik Bumiwedari.

Masyakarat dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendidikan siswa-siswi dengan melakukan donasi melalui kanal pembiayaan kolektif dengan target Rp 500.000.000,- pada tahap pertama.

“Melalui pengembangan gedung sekolah baru ini diharapkan dapat meningkatkan fasilitas pendidikan bagi masyarakat sekitar wilayah Narogong Bekasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Padurenan 5 Bekasi, Awang Zumawana mengatakan, tidak hanya kurikulum pembelajaran, fasilitas penunjang yang memadai seperti ruang kelas dan tempat bermain menjadi aspek penting dalam mengasah potensi anak.

“Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Vida Bekasi dan Andra Matin yang telah memulai inisiatif ini sehingga kami dapat mendorong anak didik kami untuk lebih maju,” katanya.

Sementara itu, Andra Matin sebagai perancang desain SD Padurenan 5 mengaku senang dapat menjadi bagian dari tonggak kemajuan SD Negeri Padurenan 5 Bekasi.

Inisiatif peningkatan pendidikan ini diwujudkan dalam bentuk pembangunan gedung serbaguna seluas 390 meter persegi dengan fasilitas musala kecil, toilet, serta amphitheater yang menjadi satu dengan perpustakaan. Sementara sisa dari lahan yang diberikan diperuntukkan bagi lapangan dan ruang terbuka.

“Melalui rancangan ini, saya ingin mewujudkan sebuah ruang belajar ramah lingkungan yang nyaman bagi anak-anak untuk beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan,” pungkasnya. (dyt/gob)



loading...

Feeds

Serikat Pekerja Tolak Penghapusan UMSK

Serikat Pekerja Tolak Penghapusan UMSK

PERWAKILAN Serikat buruh dalam Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi menolak penghapusan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK). Mereka meminta supaya pembahasan UMSK …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memperingatkan aktivitas belanja online merupakan transaksi yang rawan pelanggaran terhadap hak-hak konsumen. Dalam catatan YLKI, …