Dinas Lingkungan Hidup Persilakan Korban Polusi Tempuh Jalur Hukum

DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, mempersilakan para korban polusi yang ditimbulkan oleh PT Millenium Laundry Bantargebang untuk mempidanakan pengelola bila aktivitas produksinya berlanjut
pasca penyegelan kali kedua, Selasa (9/1/2018).

“Jalur hukum (pidana) memungkinkan untuk ditempuh para korban polusi, bila pihak pengelola tetap melanggar kesepakatan perjanjian penghentian produksi dan timbul korban yang banyak,” kata Kepala Bidang Penataan Lingkungan DLH Kota Bekasi Sugiono di Bekasi.

Dia mengakui, pengelola pabrik laundry celana jeans yang berdomisili di Jalan Raya Narogong Pangkalan III RT 005 RW 02, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, terbilang ‘nakal’ karena terbukti mengacuhkan sanksi yang diberikan pihaknya.

Pabrik beroperasi sejak 2014 di bantaran Kali
Bekasi itu sempat disegel oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pada Juli 2017 karena terbukti mencemari Kali Bekasi dengan limbah cat celana jeans.

Namun belakangan diketahui pabrik yang mempekerjakan sekitar 40 karyawan itu tetap beroperasional hingga Senin (8/1/2019) malam dengan mengacuhkan penyegelan yang dilakukan pihaknya terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan tersebut.

makin gampang akses berita gobekasi.co.id, yuk install aplikasinya di sini

“Selama ini kami pikir tidak ada aktivitas apapun selama penyegelan belum dicopot, ternyata kami cek hari ini masih ada aktivitas, sehingga kita berikan surat peringatan agar aktivitas mereka,” jelasnya. (lea/gob)

Millenium Laundry

Pabrik PT Millenium Laundry. (Foto: Ist)



loading...

Feeds