8 Terduga di Kabupaten Bekasi Negatif Terjangkit Difteri

Difteri. (Herlambang/JawaPos)

Difteri. (Herlambang/JawaPos)

DELAPAN kasus difteri di Kabupaten Bekasi dinyatakan tidak terbukti dan negatif. Itu dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jadi memang sebelumnya di Kabupaten Bekasi ditemukan delapan kasus, tapi itu suspect atau baru diduga terjangkit. Tapi setelah diperiksa lebih lanjut, tidak ada atau negatif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, Selasa (9/1/2018).

Delapan kasus difteri ini diketahui berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Selain di Kabupaten Bekasi, kasus serupa juga ditemukan di Kota Bekasi.

“Memang ada temuan di Kabupaten Bekasi, tapi kami pastikan dari uji kulturnya itu negatif,” ucap Enny.

Enny menjelaskan, delapan kasus ini menimbulkan indikasi menyerupai difteri. Berdasarkan pemeriksaan dokter spesialis setempat, pasien suspect difteri ini mengeluh sakit pada tenggorokan kemudian terjadi pembengkakan pada kelenjar leher.

“Jadi pasien mengeluh sakit saat menelan, kemudian ada bercak putih lalu ada pembengkakan kelenjar leher sehingga lehernya gemuk. Dokter kemudian menduga ini difteri, kemudian dilihat melalui pemeriksaan lebih lanjut, kami nyatakan negatif,” ucapnya.

Seluruh pasien suspect difteri tersebut, lanjut Enny, masih berusia sekolah yakni di bawah usia 7-15 tahun.

“Asalnya dari Desa Sumberjaya Tambun Selatan, kemudian ada juga Cikarang Barat dan Cikarang Timur. Namun dengan ini kami pastikan tidak ada difteri ditemukan di Kabupaten Bekasi. Kami juga tidak bisa menyebut Kabupaten Bekasi sebagai endemis difteri karena tidak terbukti,” katanya.

(enr/ps/gob)



loading...

Feeds

Belum Capai Terget, Pendaftaran Agen Sosialisasi Pilgub Jabar Diperpanjang

Hasil Survei Bukan Syarat Kemenangan

TIM Pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubenur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), Waras …