Mulai Hari Ini Operasional PT Millenium Laundry Berhenti Total

Pabrik PT Millenium Laundry. (Foto: Ist)

Pabrik PT Millenium Laundry. (Foto: Ist)

KESABARAN warga Bumi Mutiara tampaknya sudah habis. Mereka memprotes pencemaran yang dilakukan oleh PT Millenium Laundry yang terletak di Pangkalan 3, Kelurahan Cikiwul, Bantargebang.

Bertempat di pabrik PT Millenium Laundry, pihak warga, pabrik, kepolisian dan dinas terkait bertemu untuk menindaklanjuti keluhan warga, Selasa (9/1/2018).

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Wakapolsek Bantargebang AKP Telly Piliang, Kabid Penataan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Sugiono, 4 perwakilan warga RW 34 dan 38 Bumi Mutiara, Bojongkulur dan lainnya.

Berita sebelumnya (baca)

“Sudah ada 5 anak di perumahan kami yang kemarin dilaporkan sakit pernafasan, salah satunya putera saya bernama Muhammad Athar (15) yang suka sesak kalau menghirup asap buangan pabrik,” kata salah satu perwakilan warga Bumi Mutiara, Tirta (40).

Menurut Kabid Penataan DLH Sugiono, PT Millenium Laundry telah disegel walikota Bekasi pada 20 Juli 2017 karena tidak berizin dan melakukan pencemaran.

“Selama ini kami pikir tidak ada aktivitas apapun selama penyegelan belum dicopot, ternyata kami cek hari ini masih ada aktivitas, sehingga kita berikan surat peringatan agar aktivitas mereka,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pertemuan, diputuskan mulai hari ini kegiatan pabrik berhenti total hingga segala perizinan dan standardisasi lingungan terpenuhi.

“Jika kesepakatan ini dilanggar, laporkan kepada Polsek Bantargebang dan DLH Bekasi. Masyarakat diharapkan ikut bersama-sama mengawasinya,” jelas Sugiono. (lea/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …