Pengamanan Pilkada Kota Bekasi, Polisi Siapkan Skenario Lain

Polisi mengamankan seorang provokator yang mengakibatkan bentrokan antar 2 kelompok pecah pada simulasi pengamanan Pilkada 2017 di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (7/2/2017). (Foto: Dekur)

Polisi mengamankan seorang provokator yang mengakibatkan bentrokan antar 2 kelompok pecah pada simulasi pengamanan Pilkada 2017 di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (7/2/2017). (Foto: Dekur)

PELAKSANAAN Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi pada 27 Juni 2018 mendatang diprediksi akan berlangsung kondusif. Polres Metro Bekasi Kota telah melakukan pemetaan. Termasuk berkoordinasi dengan Badan Inteljen Negara (BIN) berkaitan dengan peluang terjadinya gangguan yang dapat mengganggu kelancaran pesta demokrasi Kota Bekasi.

Polres Metro Bekasi Kota telah mengadakan simulasi pengamanan Pilkada Kota Bekasi. Skenario simulasi dilakukan dengan memeragakan mulai dari pengantaran kotak suara menuju Tempat Pemungutab Suara (TPS), pencoblosan, serta pengamanan surat suara. Selain itu, skenario juga memperlihatkan pengamanan kampanye pasangan calon (paslon) saat terjadi kericuhan kampanye.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengungkapkan, saat ini yang menjadi perhatian adalah keamanan pelaksanaan Pilkada Kota Bekasi 2018. Dari koordinasi yang dilakukan bersama BIN, Pilkada Kota Bekasi akan berlangsung aman. Namun demikian, pematangan keamanan tetap digalakkan. Untuk menunjang kelancaran saat memasuki tahapan, pihaknya sudah menyiapkan tim keamanan sebanyak 1.700 personil.

“Kita tidak boleh understmig walaupun perkiraan inteljen Pilkada Kota Bekasi kondisi aman, tetapi kita selalu mempersiapkan skenario lainnya juga,” ujar Indarto.

Indarto menyatakan, kekuatan personil sangat tergantung dari peta kerawanan. Sementara, peta kerawanan baru terlihat ketika sudah muncul Daftar Pemilih Tetap (DPT). Setelah keputusan DPT selanjutnya menganalisa titik tiap TPS.

Namun demikian, tim pengamanan juga sudah mulai mendapatkan arahan. Seperti regu Reserse akan di tempatkan kantor Panwaslu dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi. Nantinya, dari jumlah personil yang diturunkan juga akan didukung Polda Metro Jaya.

“Ada beberapa bagian pengamanan. Mulai dari pencegahan, penyidikan, dan bantuan. Jadi, ada bagian-bagian sendiri. Sementara, tingkat kerawanan terus kami kaji,” jelas Indarto.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi memastikan, Komisi Panitia Pemungutan Suara (KPPS) tak memiliki latar belakang bagian dari parpol. Sehingga, netralitas keberadaan KPPS dapat dipercaya ketika proses penghitungan suara digelar.

“Kami juga sudah mempersiapkam Bimtek bagi KPPS untuk menguatkan kompetenai dan menguasai teknis penyelengaraannya nanti,” terang dia. (luk/gob)

 



loading...

Feeds