Gara-gara Ini Pemkot Kembali Gunakan Sistem Parkir Manual

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi GoBekasi)

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi GoBekasi)

PENGELOLAAN parkir meter di sejumlah titik Kota Bekasi kembali diterapkan secara manual. Ini disebabkan Pemerintah Kota Bekasi telah memutus kontrak kerjasama pengeloaan parkir dengan pihak ketiga PT Pan Satria.

”Kita putus kontraknya sejak 15 Desember 2017 lalu, jadi tidak lagi sistem parkir meter di Bekasi,” ujar Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Karya Sukmajaya.

Menurutnya, pemutusan sistem ini berdasarkan hasil evaluasi pemerintah dengan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan, penghentian sistem parkir meter juga tertulis dalam surat Keputusan Wali Kota (Kepwal) Nomer 650/kep. 561-Bapenda/XII/2017 tentang penghentian pelaksanaan uji coba penerapan sistem parkir meter di Kota Bekasi sejak Desember dan seterusnya.

Kota Bekasi menargetkan pencapaian PAD dari retribusi parkir bahu jalan  Rp42.900.000.000. Namun, nyatanya hingga 29 Desember 2017, pendapatan retribusi parkir hanya tembus Rp 2.058.904.548 atau sekitar 4,80 persen dari target 30 persen retribusi yang ditargetkan.

Saat ini, ada 3 titik implementasi parkir meter yakni di Jalan Raya Galaxy, Bekasi Selatan; Jalan Veteran, Bekasi Selatan dan Jalan Ir H. Djuanda, Bekasi Timur. Sistem parkir di titik-titik tersebut saat ini telah dikembalikan pada sistem parkir manual.

Kini kata dia, sistem parkir kembali manual dan pengendara dihampiri juru parkir untuk diberi karcis. Tapi dia menyatakan, penerapan parkir secara manual ini hanya bersifat sementara, sebab pihaknya masih mencari sistem parkir terpadu yang akan digunakan untuk sistem parkir tepi jalan.

”Bukan berarti smart parking yang kita terapkan di smart city berakhir, kita sedang menyiapkan sistem parkir terpadu yang lebih cocok,” tambahnya. Dalam parkir manual saat ini tarif yang berlaku mengikuti peraturan daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 tentang Retribusi Parkir.

Adapun tarif yang diberlakukan adalah sebesar Rp 1.000 per jam. Namun, besaran tarif akan segera berubah menyusul perubahan payung hukum soal tarif parkir yang akan segera disahkan.”Tarifnya akan berubah sebab Perdanya sedang direvisi, sementara ini pakai ini dulu,” tegasnya.(lea/gob)



loading...

Feeds

Belum Capai Terget, Pendaftaran Agen Sosialisasi Pilgub Jabar Diperpanjang

Hasil Survei Bukan Syarat Kemenangan

TIM Pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubenur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), Waras …