PT. Pan Satria Sakti Tarik 20 Mesin Parkir Meter

PARKIR METER: Sebuah mesin parkir meter sudah lama terpasang di area publik, tepatnya di Alun-alun Kota Bekasi ini menuai polemik, sebab memanfaatkan bahu jalan raya. ARIESANT/RADAR BEKASI

PARKIR METER: Sebuah mesin parkir meter sudah lama terpasang di area publik, tepatnya di Alun-alun Kota Bekasi ini menuai polemik, sebab memanfaatkan bahu jalan raya. ARIESANT/RADAR BEKASI

DIREKTUR Utama PT Pan Satria, Budi Hartono mengaku tidak mengetahui alasannya dan enggan mengomentari soal pemutusan kontrak kerja dengan Pemerintah Kota Bekasi. Namun dia mengklaim tidak pernah memiliki masalah, meski dia masih melayani delapan kota lainnya di Indonesia.

Menurut dia, masyarakat Kota Bekasi memang belum siap dengan adanya layanan parkir yang menggunakan mesin atau kartu.

“Masyarakat lebih suka dilayani langsung ketimbang harus berjalan menuju mesin parkir meter,” katanya, Kamis (4/1/2018).

Pasca pemutusan kontrak kerja sama ini, pihaknya langsung menarik 20 mesin yang tersebar di beberapa titik, termasuk alat yang digenggam jukir (handheld).

Budi mengklaim, nilai investasi yang telah digelontorkan selama dua tahun ini mencapai miliaran rupiah. Selain untuk membeli sarana parkir meter, dana sebanyak itu juga untuk menggaji sekitar 200 jukir dengan besaran sesuai upah minimum Kota (UMK) setiap tahunnya.

“Selama uji coba, penghasilan yang diperoleh kita bagi hasil ke daerah. Besarannya 70 persen ke kami dan 30 persen ke daerah,” katanya.

Meski kontraknya telah diputus Kota Bekasi, penerapan parkir meter di delapan kota yang dilayaninya justru bertambah. Misalnya di Kota Tangerang, Kota Bogor, Kota Palembang dan Kota Makasar. (kub/gob)



loading...

Feeds

Belum Capai Terget, Pendaftaran Agen Sosialisasi Pilgub Jabar Diperpanjang

Hasil Survei Bukan Syarat Kemenangan

TIM Pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubenur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), Waras …