Kasus Ujaran Kebencian di Kabupaten Bekasi Berpotensi Meningkat 2018

Ilustrasi. (Foto: independent.co.uk)

Ilustrasi. (Foto: independent.co.uk)

KASUS kriminal siber (cyber crime) di Kabupaten Bekasi meningkat pada 2017, dari 3 kasus pada 2016 menjadi 6 kasus yang didominasi ujaran kebencian (hate speech) dan penipuan.

“Ya, memang seperti tahun sebelumnya. Modus hate speech bernuansa SARA medsos dan penipuan via online,” jelas Kepala Polres Metro Bekasi Kombes Candra Kumara, Kamis (4/1/2018).

Memasuki tahun 2018, Kabupaten Bekasi akan memasuki tahun politik, yakni pemilihan kepala desa (Pilkades) dan pemilihan gubernur Jawa Barat (Pilgub).

Pihaknya memperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah hate speech, oleh karena itu ia mengantisipasi hal tersebut dengan mengintensifkan polisi siber dan juga sosialisasi.

“Kita ada cyber patrol terutama di wilayah Bekasi. Bagi yang kedapatan hate speech akan kita kenakan UU ITE,” jelasnya.

Dalam catatan gobekasi.co.id, kasus ujaran kebencian terheboh di Bekasi adalah kasus Bams Ismoyo, netizen asal Bojonegoro yang bekerja di Cikarang melontarkan sebuah komentar menyingung penduduk asli Bekasi pada 23 Juni 2017.

Bams dijemput polisi di Bojonegoro dan dibawa ke Mapolres Metro Bekasi pada 28 Juni 2017. Tiga saksi mata diperiksa.

Kemudian salah satu kasus penipuan via online dilakukan tersangka BP dengan modus bank garansi. Tiga perusahaan berhasil diperdaya.

BP bekerja seorang diri, dari aksinya ia meraup Rp141 juta dengan nama perusahaan bodong PT Mitra Jasa Garasindo. (dam/gob)


 Supaya makin gampang akses berita gobekasi.co.id, yuk install aplikasinya di sini



loading...

Feeds

Belum Capai Terget, Pendaftaran Agen Sosialisasi Pilgub Jabar Diperpanjang

Hasil Survei Bukan Syarat Kemenangan

TIM Pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubenur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), Waras …