Usai Tabrak Pemotor, Kereta Commuter Line Sempat Terhenti di Bulak Kapal

Kereta Commuter Line saat terhenti usai menabrak korban, Bulakkapal, Bekasi Timur, Rabu (3/1/2017). (Foto: Dimas)

Kereta Commuter Line saat terhenti usai menabrak korban, Bulakkapal, Bekasi Timur, Rabu (3/1/2017). (Foto: Dimas)

KERETA Commuter Line sempat terhenti di dekat perlintasan Bulak Kapal, tepatnya di sekitar Taman Makam Pahlawan Bekasi usai menabrak Partini (46) dan anak laki-lakinya yang diperkirakan berusia 10 tahunan, Rabu (3/1/2017).

Menurut saksi mata, Agus, kereta berhenti lantaran motor korban, Mio J pelat B 3111 FNB, tersangkut di bagian depan kereta. Kereta berhenti sekira 20 menit.

Selain itu, korban Partini juga sempat tersangkut di kolong kereta. Warga berusaha mengevakuasinya saat KRL terhenti.

“Korban Partini, tersangkut di kolong kiri kereta. Kepalanya hancur. Sedangkan anaknya ke kanan. 5-25 meteran dari TKP. Sedangkan motornya sampai 100 meteran,” katanya.

Menurut keterangan saksi lain, Dimas, sesaat terpental, korban berusia 10 tahun masih terdapat tanda-tanda kehidupan. Tangan korban masih bergerak.

Penyebab korban Partini dan Anaknya Tewas (baca)

“Habis mental korban dalam posisi miring, lalu pas dibalik warga, tangannya masih bergerak,” ucap Dimas.

Kondisi Partini mengenaskan, kepalanyanya pecah. Sementara sang anak juga mengalami luka parah di bagian kepala. Diketahui hanya Partini yang mengenakan helm. Helm itu rusak parah diterjang kereta.

Supaya makin gampang akses berita gobekasi.co.id, yuk install aplikasinya di sini

Korban atas nama Partini (46) beralamat di Villa Mutiara Cikarang 2 Blok D Nomor 27, Desa Sukasejati, Cikarang Selatan dan anaknya. (dam/gob)



loading...

Feeds

Pelatihan Wirausaha

CCAI Beri Pelatihan Kewirausahaan

COCA-Cola Amatil Indonesia (CCAI) menggelar pelatihan kewirausahaan kepada sejumlah warga sekitar pabrik CCAI dan anggota Forum Bank Sampah Kabupaten Bekasi …
Pengaruhi Hak Pilih Warga Kota Bekasi, Pak RT dan RW Terancam Sanksi Pidana

KPU Harus Jamin Hak Pilih Warga

KETUA Kajian Masyarakat Merdeka, Ahmad Lauhil Mahfuz, menilai jika bicara Pemilu  maka sumbernya adalah rakyat yang berdaulat. Oleh sebab itu, …