Tanggapan Mabes Polri Persekusi Toko Obat di Pondok Gede

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. (Foto: Jawa Pos)

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. (Foto: Jawa Pos)

SEJUMLAH anggota Front Pembela Islam (FPI) diduga melakukan persikusi terhadap adanya penjualan obat tidak berizin di Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (27/12/2017) lalu. Polri menegaskan perlakuan tindakan kesewenangan tersebut tidak dibenarkan dan melanggar hukum.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, yang mempunyai kewenangan untuk melakukan penindakan hanya aparat penegak hukum yang dilindungi undang-undang. Dia mengatakan, tidak ada LSM yang mempunya hak pengawasan atau penindakan.

Sebelumnya: Polisi tetapkan anggota FPI sebagai tersangka

“Mereka tidak punya perlindungan hukum, untuk melakukan itu. Kalaupun dia melakukan penindakan itu ditangkap oleh polisi,” kata Setyo di Komplek Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2017)

Setyo menjelaskan, apabila elemen masyarakat mengetahui ada penjualan obat keras atau toko obat tidak berizin untuk melaporkan ke pihak kepolisian. Kalau masyarakat tahu lapor saja ke polisi, kalau sudah dilaporkan kemudian tidak melakukan tindakan itu kesalahan polisi.

Kuasa hukum BG akan laporkan penyidik ke Propam (baca)

“Tapi kalau dia tidak dilapori dan mengambil tindakan sendiri, itu nggak boleh dan melanggar hak asasi orang lain, kelompok manapun tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan upaya paksa,” ungkap Setyo.

Toko obat akbar

Toko Obat Akbar Jatibening, Pondokgede, digaris polisi.

Meski demikian, Setyo mengaku pihak kepolisian belum mengatahui adanya penjualan obat keras di Pondok Gede, Kota Bekasi sebelum adanya persikusi yang dilakukan oleh sejumlah anggota FPI.

“Ketahuannya setelah FPI melakukan persekusi itu. Obat keras harus dicek dahulu yang mana yang disebut obat keras itu, apakah FPI bisa menentukan itu obat keras atau tidak, kan saya nggak tahu juga,” jelas Setyo.

Komentar Damin Sada (baca)

Sebelumnya diketahui, sebuah toko obat didatangi sekelompok anggota FPI pada Rabu (27/12/2017). Toko tersebut akhirnya disambangi polisi, hasil pemeriksaan polisi menduga toko tersebut menjual obat keras dan obat kadarluasa.

Kemudian dari perlakuan persikusi oleh sekelompok anggota FPI, polisi menetapkan seorang berinisial B sebagai tersangka tindak pidana pengeroyokan dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap pemilik dan penjaga toko.

(rdw/jpc/gob)


Install aplikasi pojoksatu.id di sini



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …