Penuhi Panggilan Panwaslu, Kadispora Kota Bekasi Dicecar 15 Pertanyaan Soal Ini

Kadispora Kota Bekasi Tedi Hafni, usai memenuhi panggilan Paswaslu di kantornya, Jalan M Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu (3/1/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Kadispora Kota Bekasi Tedi Hafni, usai memenuhi panggilan Paswaslu di kantornya, Jalan M Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu (3/1/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KEPALA Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi Tedi Hafni Tresnadi penuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi, Rabu (3/11/2018). Pemanggilan itu sekaligus menjalani sidang klarifikasi berkaitan pelantikan Suara Tetap Masyarakat Pemilih Langsung Rahmat Effendi (Stempel RE).

Proses sidang klairfikasi Tedi berlangsung di Kantor Panwaslu Kota Bekasi, Jalan Mayor M Hasibuan, Margahayu, Bekasi Timur. Proses klarifikasi dipimpin langsung Ketua Panwaslu Kota Bekasi Novita Ulya Hastuti. Tedi tiba di kantor Panwaslu pukul 13.00 dengan menggunakan mobil bernomor polisi (nopol) B 9008 KSC.

Proses sidang klarifikasi dimulai pukul 13.30 hingga 15.00 yang berlokasi di lantai 2 Kantor Panwaslu Kota Bekasi. Usai pemparan klarifikasi, Tedi menepis telah mengumbar pernyataan dukungan terhadap petahana Rahmat Effendi.

Dia mengatakan, sidang klarifikasi ini menjadi kesempatan untuk meluruskan informasi yang sudah terlanjur beredar. Menurutnya, kedatanganya telah ditugaskan Rahmat melalui surat disposisi. Kebetulan, dirinya juga mendapatkan undangan untuk menghadiri agenda Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Bekasi di lokasi dan jam yang sama.

Tedi menyatakan tak memiliki wewenang untuk menyampaikan dukungan dengan alasan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kalau selama ini disangka kampanye, jauh dari itu. Saya bukan orang politik. Saya sudah 30 tahun jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), cuma sekedar menyampaikan program pemerintah ini berhasil,” ujar Tedi usai sidang klarifikasi.

Dalam proses sidang klarifikasi ini, Tedi tidak membawa surat disposisi yang bisa dijadikan barang bukti pembelaan. Pihaknya berencana akan mengirimkan surat disposisi pada hari berikutnya. Dari pemenuhan panggilan Panwaslu, Tedi juga telah menandatangani berita acara klarifikasi.

Tedi menambahkan, pihaknya siap memberikan klairfikasi berikutnya. Apabila Panwaslu masih kekurangan informasi yang pasti.

“Saya siap kapan pun juga. Karena saya tidak pernah mengikuti politik praktis. Jadi saya siap hadir kapan pun juga jika diminta Panwaslu,” tegas dia.

Sementara itu, Novita menyatakan, klarifikasi ini tidak didukung dengan kehadiran saksi. Menurutnya, saksi dalam agenda tersebut berupa media dan peserta Stempel RE. Dia mengatakan, proses sidang yang berlangsung 90 menit ini bertujuan untuk mengkaji informasi yang beredar.

“Ada sekitar 15 pertanyaan yang kami ajukan kepada Pak Tedi,” kata dia.

Dia memastikan bahwa kehadiran Tedi sepenuhnya untuk mengklarifikasi. Pasalnya, pemanggilan tidak berkaitan dengan ranah kampanye. Alasannya, karena hal ini adalah tindakan prefentif untuk meminimalisir adanya pandangan politik yang dilakukan ASN.

“Ini belum ranah kampanye, kebetulan wali kota juga belum cuti, kan,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds