Kesabaran, Maut dan Perlintasan tanpa Palang Pintu

Warga ramai berdatangan melihat tubuh korban tewas yang masih tergeletak di tengah rel di perlintasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kamis (27/10/2016). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Warga ramai berdatangan melihat tubuh korban tewas yang masih tergeletak di tengah rel di perlintasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kamis (27/10/2016). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

DUA nyawa melayang hari ini, Rabu (3/1/2018). Mereka adalah ibu dan anak, tertabrak kereta Commuter Line Jakarta Kota-Cikarang, pukul 10.30-an.

Partini nama korban, menerut kesaksian sejumlah orang, nekat menerobos perlintasan kala kereta sudah hampir-hampir melintas. Warga dan pengatur lalu lintas sudah memperingatkannya, tetapi tak digubris.

Alhasil, Partini menjemput maut. Ia dan anaknya terpental sekira 20-an meter. Motornya terpental lebih jauh lagi, sekira 100 meter. (lebih lengkap)

Menurut warga sekitar, perlintasan Bulak Kapal sering memakan korban. Perlintasan tanpa palang pintu tersebut memang perlintasan ilegal, tetapi aktivitas lalu-lintas yang pada di Jalan Perjuangan membuat otoritas sebaiknya berpikir lagi untuk memberi palang di perlintasan tersebut, walau berstatus ilegal.

Warga kerap memanfaatkan akses Jalan Pahlawan untuk menuju ke Tambun, Tol Bekasi Timur, Terminal Bekasi, Perumnas, Gandaagung dan lokasi lain.

Selain Partini, korban lain seperti Harapan Hainsaran (49) asal Arenjaya juga tewas di tempat yang sama karena menerobos, Tetty Nababan asal Bekasi Utara, pun serupa. Tidak hanya 2 nama itu, banyak lagi lainnya, bahkan yang tak terdokumentasikan redaksi.

Supaya makin gampang akses berita gobekasi.co.id, yuk install aplikasinya di sini

“Di sini memang udah sering, rawan,” imbuh warga sekitar Alex saat ia berada di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulak Kapal, Rabu (3/1/2018).

Perlintasan ilegal tanpa palang pintu

Dinas Perhubungan Kota Bekasi mencatat ada 9 jalur perlintasan kereta api di Kota Bekasi. Kepala Dishub Yayan Yuliana mengaku telah bersurat kepada Ditjen Perkeretaapian agar segera memasang palang pintu. (lebih lengkap)

“Kalau ada yang di luar itu yang masih manual, itu yang kita minta ke kementrian supaya diberikan palang pintu untuk kemanan para mobil atau motor,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Dirinya berharap, supaya pihak terkait dapat merespon masukan yang disampaikan pihaknya. Supaya, pengendara yang melintas bisa mendapatkan keamanan.

“Kita ingin dari kementrian, dirjen perkeretaapian bisa lebih memperhatikan lah masukan – masukan dari kita, kita kan sudah minta supaya lintasan sebidang itu supaya pakai palang pintu. Sampai saat ini kan masih ada beberapa yang menurut versi kita, pengamatan kita itu belum aman,” ucapnya. (dam/gob)

 

 



loading...

Feeds

Ahmad Syaikhu Tinggalkan Rumah Dinas

Ahmad Syaikhu Tinggalkan Rumah Dinas

AHMAD Syaikhu hari ini mulai meninggalkan rumah dinasnya yang berada di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Rabu (21/2/2018). Ia berkemas …