Tahap I, Baru 310.231 Anak yang Diberikan Vaksin Difteri

Ratusan siswa SDN 06 Setia Mekar Disuntik vaksin difteri, Jumat (15/12/2017). Foto: Istimewa/Gobekasi

Ratusan siswa SDN 06 Setia Mekar Disuntik vaksin difteri, Jumat (15/12/2017). Foto: Istimewa/Gobekasi

DINAS Kesehatan Kota Bekasi mencatat baru ada 310.231 anak yang disuntik vaksi Difteri pada periode Desember 2017 tahap I. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Bekasi, Dezi Syukrawati.
Padahal, sasaran awalnya adalah sebanyak 973.634 anak yang harus disuntikkan vaksin untuk usia 1-19 tahun di Kota Bekasi.
Dezi menyebut kendala utama dalam memberikan vaksin difteri adalah karena pelaksanaan Outbreak Responce Immunization (ORI) ini bertepatan dengan libur sekolah.
Sehingga, pihaknya tak bisa mengoptimalkan penyuntikan vaksin kepada anak-anak pada saat disekolah. Pihaknya pun mengoptimalkannya di posyandu-posyandu yang ada.
Namun, pihaknya masih optimistis mengingat tenggat waktu pelaksanaan putaran pertama masih sampai tanggal 11 Januari nanti.
“Masih ada 10 hari, dan hari ini anak-anak sekolah sudah masuk sekolah, sehingga kita akan gencarkan di situ,” ujarnya, Selasa (2/1/2018).
Sementara, upaya lain dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan juga pihaknya adalah melakukan gebyar tingkat kecamatan.
Konsepnya, beberapa puskesmas mengadakan gebyar itu dengan melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan untuk mengkondisikannya.
Dezi menyebut, upaya itu cukup efektif. Sebab, dari beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan, gebyar itu berhasil menyuntikkan vaksin paling tidak sebanyak 2.300 anak.
“Nanti kami akan gencarkan upaya gebyar juga, karena beberapa waktu lalu yang ada di Kecamatan Mustika Jaya, berhasil menyuntikkan 2.300 anak-anak,” katanya.
Pihaknya pun berupaya terus untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyakit difteri ini. Sehingga, kata dia, masyarakat dan juga tenaga kesehatan tak terlalu khawatir terhadap kasus penyakit difteri.
Ia menyampaikan bahawa lima jiwa yang pada pertengahan Desember lalu diduga mengalami penyakit difteri, sampai saat ini telah mendapatkan hasil laboratoriumnya.
“Kelimanya sudah ada hasil laboratoriumnya, dan Alhamdulillah hasilnya negatif difteri semua,” tutur dia.
Pemberikan vaksin Difteri sendiri kata Dezi akan dilakukan dengan tiga tahap. Tahap I adalah pada Desember 2017, Tahap II pada Januari 2018 dan Tahap III pada Juli 2018.
“Jadi kami harap para orangtua dapat mengantarkan kembali balita-balitanya ke Piskesmas dan Posyandu terdekat dilingkungannya,” tandasnya. (kub/gob)


loading...

Feeds

Serikat Pekerja Tolak Penghapusan UMSK

Serikat Pekerja Tolak Penghapusan UMSK

PERWAKILAN Serikat buruh dalam Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi menolak penghapusan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK). Mereka meminta supaya pembahasan UMSK …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memperingatkan aktivitas belanja online merupakan transaksi yang rawan pelanggaran terhadap hak-hak konsumen. Dalam catatan YLKI, …