PCNU Adakan Dzikir dan Tabligh Akbar di Islamic Center pada Malam Tahun Baru 2018

Kiai Zamakhsyari Abdul Majid (tengah) bersama jajaran pengurus PCNU Kota Bekasi. Foto: Mochmad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Kiai Zamakhsyari Abdul Majid (tengah) bersama jajaran pengurus PCNU Kota Bekasi. Foto: Mochmad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

PCNU Kota Bekasi akan menggelar kegiatan Dzikir dan Tabligh Akbar Maulid Nabi SAW di Islamic Center Kota Bekasi pada malam tahun baru 2018. Kegiatan ini sengaja dihelat bertepatan dengan malam tahun baru, agar masyarakat Kota Bekasi memiliki opsi untuk memperingati momen tersebut dengan melakukan ritual-ritual keagamaan.

“Kami kami berharap kepada masyarakat, khususnya warga NU di Kota Bekasi agar tidak mengotori malam tahun baru ini dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya hura-hura atau pesta pora. Marilah bergabung bersama kami, dan kita hidupkan malam itu dengan kegiatan yang bermanfaat, serta tetap menjaga kondusifitas,” ungkap Ketua PCNU Kota Bekasi, Kiai Zamakhsyari Abdul Majid, Sabtu (30/12/2017).

Dalam kegiatan tersebut juga, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi akan turut hadir, sekaligus meluncurkan program Pemutihan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pesantren dan madrasah NU se-Kota Bekasi. Menurut Zamakhsyari, program Pemutihan IMB ini adalah inisiasitif yang dikeluakan PC NU, yang kemudian juga mendapatkan respon positif dari Pemerintah Kota Bekasi.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai warga Negara yang taat hukum, khususnya yang berkaitan dengan bangun-membangun. Kami mengarahkan warga NU agar punya legalitas berupa IMB. Atas arahan Wali Kota, kami telah menindak lanjuti ke Dinas PUPR dan Dinas BPT/BPN. Hasilnya, untuk bangunan yang sudah jadi, akan diputihkan, dan untuk yang baru akan dibangun, akan difasilitasi pengurusannya,” ujarnya.

“Kita semua yakin, warga NU adalah warga yang taat terhadap aturan, baik itu aturan agama agama maupun aturan hukum atau undang-undang yang berlaku. Keesemuanya adalah dalam rangka pembangunan agama dan pembangunan Negara,” sambungnya.

Ketua Panitia Pelaksanan Kegiatan, Dedy Subrantas, menambahkan bahwa pemutihan yang dituju pada pesantren dan madrasah tidak lain karena keduanya merupakan tempat yang telah bersejarah dalam melahirkan para pemimpin hebat di Indonesia.

“Di Kota Bekasi sendiri ada 80 Pondok Pesantren yang akan diurus IMB nya, serta ada ratusan Madrasah yang juga akan diurus. Pemerintah telah memberikan wewenang kepada PC NU untuk mengelola proses pengurusan Pemutihan IMB ini, dengan begitu kerja pemerintah juga lebih mudah,” terang Dedy.

“Insya Allah awal tahun 2018 kita sudah mulai melakukan proses pengurusan pembuatan IMB, sebagian sudah mulai datang untuk mengurus. Dan Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dengan program ini,” tutupnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …