RAT 2017, KONI Kota Bekasi Target 3 Besar di Porda Jabar 2018

RAT 2017 KONI Kota Bekasi

RAT 2017 KONI Kota Bekasi

KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2017 di Hotel Bunga Karang, Bekasi Timur, Kamis (28/12/2017).

“Rapat kali ini adalah evaluasi kinerja kita di tahun 2017 dan juga membuat program perencanaan tahun 2018,” kata Ketua Umum KONI Kota Bekasi, Abdul Rasyad Irwan, kepada GoBekasi.co.id.

Ia juga menargetkan pada pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018, dimana Kota Bogor, menjadi tuan rumah. Kota Bekasi bisa masuk tiga besar.

Pria akrab disapa Yan Rasyad, itu optimis tiga besar dapat diraih oleh Kota Bekasi. Pasalnya, seluruh Cabang Olahraga (Cabor) yang berjumlah 42 berhasil lolos Babak Kualifikasi (BK) Porda Jawa Barat 2018.

“Tidak menutup kemungkinan prestasi ini dapat kita raih dengan dukungan seluruh stakholder di Kota Bekasi,” katanya.

Yan, tidak ingin berandai-andai mendapatkan juara pertama pada ajang Porda Jawa Barat 2018 mendatang. Soalnya, ia memahami betul kondisi atlet yang masih minim.

“Atlet yang jumlahnya sudah memadai ada di daerah Kabupaten Bogor dan Kota Bandung. Kota Bogor masih bisa kita lawan, dan optimis tigas besar dapat tercapai dengan raihan 52 medali emas,” tutur Yan.

Karenanya, Yan, berharap betul untuk anggaran 2018 menjelang Porda Jawa Barat 2018, anggaran yang dikucurkan sampai Rp35 miliar, dibandingkan dengan anggaran tahun 2017 yang hanya Rp16,5 miliar.

“Prestasi tidak bisa dicapai jika tidak ada sarana dan prasarana yang memadai. Sebab, saat ini kita mempunyai atlet-atlet yang sangat berpotensi,” tandasnya.

Ketua Bidang Analisa dan Evaluasi KONI Jawa Barat, Trio Arsefto mengatakan, pembinaan atlet yang dilakukan oleh KONI Kota Bekasi sudah sejalan dengan harapan KONI Jawa Barat.

Kata dia, salah satu hal yang menunjukan adanya keseriusan dalam pembinaan atlet yakni terkait mutasi atau perpindahan atlet.

Dalam empat tahun terakhir, KONI Kota Bekasi tidak banyak melakukan mutasi atlet. Kalau toh ada, kata dia, itu tidak banyak.

“Tidak banyak mutasi atlet dalam empat tahun terakhir. Ini bukti adanya keseriusan dalam pembinaan. Kalau ada mutasi itu diambil dari luar daerah Jawa Barat,” katanya.

Selain mutasi atlet, ia juga mengapresiasi pemerintah daerah yang memiliki komitmen terhadap pembinaan atlet. Salah satunya dengan menjanjikan bonus bagi atlet berprestasi secara terang-terangan dengan menyebut nominal.

“Cuma Kota Bekasi yang berani terang-terangan menjanjikan bonus kepada atlet dengan menyebut nominal langsung. Inikan bagus untuk memotivasi atletnya,” tutur dia.

Namun, dia berharap, agar bonus tidak dijadikan patokan utama bagi atlet dalam bertanding.

“Jangan uang dijadikan patokan untuk berpestasi,” katanya.

Ia juga berharap pembinaan atlet di Kota Bekasi terus berjalan dengan baik. Sehingga, nantinya atlet Kota Bekasi bisa berkontribusi untuk Jawa Barat dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua nanti.

“Kami harap Kota Bekasi bisa menyumbangkan atlet berprestasinya untuk PON Papua,” pungkasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …