Dilema Juru Parkir di Kota Bekasi

(Ilustrasi) Juru Parkir liar Bekasi Selatan kini diseragamkan, Rabu (01/03/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

(Ilustrasi) Juru Parkir liar Bekasi Selatan kini diseragamkan, Rabu (01/03/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

JURU parkir di sejumlah titik parkir di Kota Bekasi mulai galau dengan munculnya wacana pengambil alihan parkir oleh Pemkot Bekasi melalui Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi.

Salah satu juru parkir di Galaxy, Andi Santoso (29) mengaku mendapatkan tiket parkir manual dan rompi untuk memarkir dari Bapenda Kota Bekasi. Disisi lain, ia merupakan pegawai dari perusahaan pengelola parkir meter.

Menurut pengakuannya, hal itu mulai terjadi sejak Senin (18/12/2017). Ia bersama dengan teman – temannya diminta untuk menggunakan tiket parkir manual. Mereka pun diminta untuk menyetorkan uang sesuai dengan jumlah tiket yang terjual.

Saat memarkir, terkadang ia mendapatkan komplain dari pengguna jasa parkir. Karena, harga yang diberikan kerap berubah.

Jika menggunakan printer dan aplikasi secara daring, harga parkir mencapai Rp3000. Kalau menggunakan tiket dari Bapenda Kota Bekasi, biaya parkir sebesar Rp1.500.

“(Menggunakan aplikasi) Kita cuma bayar pajak, terus ini juga 20 persen–20 persenlah. Kalau yang aplikasi sistem perhitungannya, pajak 20 persen terus yang VIP nya 20 persen, sisanya ke kita. Seumpama dapat Rp200 ribu, kita bawa pulang Rp120 ribu,” katanya.

Kalau menggunakan tiket parkir yang ia peroleh dari Bapenda Kota Bekasi, uang yang disetorkan ialah sesuai dengan tiket parkir yang terjual. Ia tidak mendapatkan uang dari jasa parkir tersebut.

“Kalau Rp1.500 sesuai dengan tiket yang terjual. Kalau 30 mereka (Bapenda) minta 30,” ujarnya.

Jukir lainnya, Daryanto (31) mengatakan, para jukir sempat diminta untuk berhenti beroperasi jika tetap menggunakan aplikasi dengan tarif tersebut.

Jukir diminita untuk menggunakan tiket manual dari Pemkot Bekasi.

“Kita enggak dipakai (diperkerjakan), kalau masih pakai aplikasi akan diganti orang lagi,” ucapnya.

Ia mengatakan, dirinya pun kerap mendapat kompalin dari pengguna jasa parkir. Namun, ia berusaha menjelaskan kepada pengguna jasa parkir.

Saat ini, kata dia, jukir menunggu kepastian sistem parkir mana yang akan digunakan apakah berbasis aplikasi atau manual.

“Kalau ini komplainnya banyak, minta tiketnya, kita jelaskan. Kalau besok dikembalikan Rp3.000 komplain nanti dikira main – main,” ucapnya.
(neo/pj/gob)



loading...

Feeds

Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …