Syaikhu: Kota Bekasi Layak Jadi Lokasi Kongres Anak Indonesia

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu sat memberikan sambutan dalam Kongres Anak Indonesia di Graha Hartika, Bekasi Selatan, Senin (18/12/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu sat memberikan sambutan dalam Kongres Anak Indonesia di Graha Hartika, Bekasi Selatan, Senin (18/12/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

WAKIL Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu secara resmi telah membuka Kongres Anak Indonesia (KAI) Nasional ke-14 sekaligus membuka Dialog Kebangsaan Anak Indonesia dengan tema “Aku Cinta Perdamaian, Pluralisme dan Toleransi” (Pancasila Rumah Kita) di Graha Hartika, Bekasi Selatan, Senin (18/12/2017).

Syaikhu menyebut bahwa Kota Bekasi layak menjadi lokasi Kongres Anak Indonesia lantaran sebagai miniaturnya Indonesia. Di Kota Bekasi, semua suku, agama, ras nampak ada. Meskipun disamping itu, Kota Bekasi sempat menjadi bahan bullying.

“Namun, berkat kerja keras saya dan Pak Wali (Rahmat Effendi), Bekasi adalah kota yang sangat dihargai, Bekasi tidak lagi jadi bahan bullying, kini infrastruktur pembangunan kota sudah merata, manusia yang tinggal di kota heterogen ini hidup nyaman dan damai,” kata Syaikhu.

Tidak lupa, ia juga menyampaikan kerja nyatanya bersama dengan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, seperti keberhasilan membangun Stadion Patriot Candrabhaga, juga menyediakan Kartu Bekasi Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KBS-NIK).

“Stadion Patriot sekarang sudah dipakai sepak bola Liga 1, ditayangkan secara live di Televisi Swasta, KBS-NIK sekarang masih bisa dipakai oleh warga Kota Bekasi untuk kesehatan gratis. Ini menunjukkan bullying yang tertuju untuk Kota Bekasi tidak membuat kami pesimis, malahan menjadi semangat kita membangun, ada 39 rumah sakit termasuk RSUD Kota Bekasi yang dapat dipergunakan masyarakat untuk berobat gratis dan 19 rumah sakit diluar Kota Bekasi,” kata dia.

Ia juga sepakat dalam tema yang telah diambil dalam Kongres Anak Indonesia dimana ada kalimat “Pancasila Rumah Kita”. Soalnya, dalam tulisan yang sudah ia bukukanya juga terdapat “Bekasi Rumah Kita”. Karenanya, ia mengapresiasi agenda Kongres Anak Indonesia ke-14 ini.

Ia juga berharap, semua lembaga perlindungan anak dapat terus mengawal hal-hak anak. Sebab, kata dia, persoalan anak tidak mungkin bisa dilakukan oleh anak itu sendiri. Berinteraksi dengan berbagai kalangan tidak mungkin bisa di lakukan oleh anak seorang diri.

“Anak bisa tumbuh kembang karena ada peran orang tua dan pemangku kepentingan. Kita bisa maju bersama dengan memberikan kasih sayang yang lebih kepada anak, menganggap anak adalah anugerah terindah. Contohnya kami (Kota Bekasi) sangat peduli dengan anak dengan mengadakan pelatihan menulis atau jurnalistik di acara Car Free Day (CFD). Alhamdulillah, CFD kita mendapatkan penghargaan terbaik di Indonesia, juga mendapatkan 110 anak yang diberikan pelatihan, ada 64 anak yang mengirimkan tulisan ke saya dan hasilnya ada 42 anak yang tulisannya layak dibukukan, dan saya membukukannya dengan judul catatan kecil CFD,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds