Ketua MPR: Anak-anak Zaman Now Harus Paham 2 Hal Ini

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat KAI, Senin (18/12/2017). (Foto: M Yakub/GoBekasi)

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat KAI, Senin (18/12/2017). (Foto: M Yakub/GoBekasi)

KETUA MPR RI, Zulkifli Hasan, berpesan agar seluruh anak di Indonesia dapat mempunyai wawasan kebangsaan. Hal ini ia kemukakan dalam Dialog Kebangsaan Kongres Anak Indonesia (KAI) Nasional ke-14 di Graha Hartika, Bekasi Selatan, Senin (18/12/2017).

“Anak-anak zaman now saat ini harus mengerti apa itu pluralisme dan toleransi. Sekarang kita di Indonesia jangan lagi ribut karena masalah agama ataupun perbedaan,” kata Zulkifli.

Ia mengingatkan, untuk mengembangkan wawasan kebangsaan, anak-anak di setiap daerahnya masing-masing harus mengetahui bagaimana kondisi daerahnya.

“Kita harus tahu apa budaya yang ada di daerah, jumlah penduduk, luas wilayah, pendapatan hasil bumi, baru kita harus tahu apa saja yang ada di Indonesia. Itu semua agar kita tidak diombang-ambing oleh bangsa lain,” ujarnya.

Terpenting kata Zulkifli adalah ilmu pengetahuan. Ilmu dapat mengembangkan diri sendiri dan negara.

“Jadi kita tahu 10-20 tahun kedepan bangsa ini seperti apa, jauhi narkoba. Negara lain maju karena mempunyau ilmu pengetahuan yang lebih. Kita harus ketahui, musuh kita saat ini adalah kemiskinan dan kebodohan,” tandasnya.

Sebagai informasi, dalam dialog kebangsaan ini diresmikan secara langaung oleh Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu. Dalam kesempatan ini hadir Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, Ketua LPA Kota Bekasi, Ade Puspita Sari, dan Ketua KPAI Kota Bekasi Syahroni dan jajarannya serta anak-anak Kongres KAI. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …