Ini Alasan Terpilihnya Bekasi Sebagai Tuan Rumah Kongres Anak Indonesia

KETUA Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, menjelaskan mengapa Kota Bekasi terpilih menjadi lokasi Kogres Anak Indonesia (KAI) Nasional ke-14 yang mengangkat tema “Aku Cinta Perdamaian, Pluralisme dan Toleransi” (Pancasila Rumah Kita).

“Kota Bekasi terpilih karena pemimpinnya bapak Rahmat Effendi mampu mempertahankan perdamaian, menjunjung pluralisme dan toleran,” kata Aris dalam sesi konferensi pers di Graha Hartika, Bekasi Selatan, Senin (18/12/2017).

Sedangkan tema yang diambil mengingat, saat ini, isu intoleransi dan gerakan masif radikalisme sudah mulai nampak. Karena itu, tema dialog Kebangsaan Anak Indonesia dianggap tepat untuk menangkap isu yang telah berkembang.

“Data-data peserta anak-anak yang mengikuti saat ini sudah ada 159 orang dengan 30 pendampingan. Mereka nanti belajar dari sikap-sikap yang berani dilaksanakan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, mereka bisa menggambarkan bagainana cara bapak Rahmat memimpin Kota Bekasi,” papar dia.

“Mereka sudah diberikan dasarnya, yakni dengan memahami empat pilar demokrasi yang dipaparkan secara langsung oleh Ketua MPR RI, bapak Zulkifli Hasan,” sambung Arist.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bekasi, Kusnaman, mengatakan, kegiatan ini menjadi cikal bakal lembaganya untuk memperjuangkan hak-hak anak.

“Selain pendampingan wawasan kebangsaan, anak adalah menjadi salah satu tanggung jawab kita terkait hak-haknya. Banyak kasus di Bekasi yang disorot oleh nasional, tugas kami di sini adalah untuk meminimalisir kasus dan bisa menurunkan angka kekerasan terhadap anak,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Pelatihan Wirausaha

CCAI Beri Pelatihan Kewirausahaan

COCA-Cola Amatil Indonesia (CCAI) menggelar pelatihan kewirausahaan kepada sejumlah warga sekitar pabrik CCAI dan anggota Forum Bank Sampah Kabupaten Bekasi …
Pengaruhi Hak Pilih Warga Kota Bekasi, Pak RT dan RW Terancam Sanksi Pidana

KPU Harus Jamin Hak Pilih Warga

KETUA Kajian Masyarakat Merdeka, Ahmad Lauhil Mahfuz, menilai jika bicara Pemilu  maka sumbernya adalah rakyat yang berdaulat. Oleh sebab itu, …