BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

Pembukaan BK Porda Jabar POBSI di Mal BTC, Bekasi Timur, Kamis (14/12/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Pembukaan BK Porda Jabar POBSI di Mal BTC, Bekasi Timur, Kamis (14/12/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

BABAK Kualikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indoneisa (POBSI) terpecah-pecah. Pasalnya, dalam waktu bersamaan BK dilaksanakan di dua tempat, yakni Kota Cirebon dan Kota Bekasi.
Mengenai hal ini, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, Ahmad Saepudin, pada pembukaan BK POBSI, di Mal Bekasi Trade Center, jalan Joyomartono, Bekasi Timur, mengklaim bahwa legalitas tertinggi di BK ada di KONI Jawa Barat.
Tidak hanya itu, dirinya juga mengaku tidak tau menau mengenai adanya BK lain selain di Kota Bekasi.
“Sampai saat ini, tidak dua lokasi yang nanti diterima tentunya yang disini. orang saya ada disini. Saya hukumnya disini,” kata dia, Kamis (14/12/2017) malam.
Ahmad menjelaskan, Babak kualifikasi wajib hukumnya, otoritasnya sendiri yakni ada KONI Jawa Barat. Untuk pelaksanakan, kaitannya dengan surat keputusan gubernur untuk menunjuk salah satu atau dua bupati atau wali kota yang mengusulkan.
“Pada saat itu yang diterima memenuhi persyaratan adalah Kabupaten Bogor. sehingga gubernur memberikanlah keputusan penyelanggaran Porda ke Kabupaten Bogor,” katanya.
BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

Ketua KONI Jawa Barat, Ahmad Saepudin, saat membuka BK Porda Jabar POBSI di BTC Mal, Bekasi Timur, Kamis (14/12/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Lebih lanjut, khusus keolahragaannya, secara teknis operasionalnya ada di Ketua umum KONI Jabar, sehingga ketua umum koni mengeluarkan surat keputusan untuk penunjukan panitia besar (PB)
“Besar panitia besarnya siapa?, ya kabupaten bogor iyalah bupati bogor sebagai ketua umum porda. itu pegangan sebagai payung hukum,” katanya.
kemudian, lanjut Ahmad, berikutnya semua cabang olahraga harus mempersiapak diri atas perintah aturan.
“Aturan manapun mengikuti kehendak yang diperintahkan oleh KONI Jawa Barat, melalui PB. panitia sekarang saya tunjuk situasional untuk kepanitian Kabupaten Bogor, silahkan membentuk kepanitiaan BK, yang penting dilingkup ke pengcaban di Bogor,” jelasnya.
“Akhirnya sekaranglah terbentuk, setelah terbentuk maka, mereka harus segera menyelenggarakan bk. itupun saya hadirkan kepengurusan pengprov setelah pengprov dan oengcab hadir pada saya untuk berkomunikasi dalam rangka menyeleggarankan babaknku alifikasi,” lanjutnya.
Dirinya juga menyinggung soal ketidak tegasan pemprov dan pemda, dimana ketidakhadirannya di pembukaan BK, menjadi satu pertanyaan yang harus diluruskan.
“Undangannya mereka yang mengundangnya, ketua panitia yang di tunjuk dan diketahui ketua umum pemprov Cabor biliar. Itu yang memberikan payung hukum bahwa ini adalah benar. Ketua umum mengizinkan dan mendukung dimanapun penyelenggaraan BK. kalau sekarang tidak hadir, tanyakan saja langsung, tapi ketidakdatangannya tidak membuat BK ini tidak legal. karena hukum nya adalah saya, KONI,” bebernya.
Dalam pidatonya, yang langsung dihadiri oleh Ketua Koni Kabupaten Bekasi, Abdup Rosyad Irwan serta 10 pengurus Cabang (Pengcab) Pobsi, Ahmad mengaku bersyukur  bisa terlaksananya BK ditengah dinamika pembenahan atlet Jawa Barat.
“Sangat bersyukur, ditengah dinamika tinggi pembenahan atlet di Jawa Barat semua bisa terlaksana,” katanya.
Tapi ada beberapa aspek yang perlu jadi evaluasi, aspek pertama sumberdaya manusia sebagai roda organisasi,” lanjutnya
Dilokasi yang sama, ketua pengcab Pobsi Labupaten Bogor,  Agus Frianto, menuturkan, lampiran pelaksanaan Porda kepada KONI Jawa Barat.
“Dasarnya satu, surat ketua umun koni jabar 2017 tanggal 25 Oktober tentang SK panitia babak kualifikasi dan pelaksaan porda, cabang billiar. serta surat koni, tanggal 17 Desember. waktu pelaksaan BK, dilaksanakan 14 hangga 21 Desember,”  jelas dia.
Saat ini, sambungnya, jumlah perserta, sebanyak 10 Pengcab, jumlah atlet 125 atlet dengan nomor pertandingan 25 yang terbagi 214 fool.
Sementara itu, tuan rumah BK, Hedi Yustaja, yang juga merupakan Ketua Pengcab Pobsi Kota Bekasi menuturkan bahwa pelaksanaan BK disini, ditunjuk untuk melaksanakan BK sesuai surat perintah KONI.
“Ada tiga yang nunjuk kita, terakhir 7 Desember pemberitahuan dan itu ditantangani KONI Jabar. BK dilaksanakan 14 -21 dengan mempertandingkan 25 nomor dari tiga divisi yakni fool, snoker, carom,” katanya.
Untuk pengcab yang hadir, lanjut Hedi, yakni kabupatn Karawang, Bogor Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Garut, Subang. Untuk kotanya yakni, Kota Bekasi, Kota Bogor. Kota Cirebon dan Kota Depok. (kub/gob)


loading...

Feeds

Pelatihan Wirausaha

CCAI Beri Pelatihan Kewirausahaan

COCA-Cola Amatil Indonesia (CCAI) menggelar pelatihan kewirausahaan kepada sejumlah warga sekitar pabrik CCAI dan anggota Forum Bank Sampah Kabupaten Bekasi …
Pengaruhi Hak Pilih Warga Kota Bekasi, Pak RT dan RW Terancam Sanksi Pidana

KPU Harus Jamin Hak Pilih Warga

KETUA Kajian Masyarakat Merdeka, Ahmad Lauhil Mahfuz, menilai jika bicara Pemilu  maka sumbernya adalah rakyat yang berdaulat. Oleh sebab itu, …