DPRD Tuding SDM Disdik Kota Bekasi Lemah

(Ilustrasi) Kantor DPRD Kota Bekasi yang terletak di Jalan Chairil Anwar Bekasi Timur Kota Bekasi, kemarin. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menduga ada dugaan korupsi dari perjalanan Dinas Anggota DPRD Kota Bekasi periode tahun 2014

(Dokumentasi Radar Bekasi)

(Ilustrasi) Kantor DPRD Kota Bekasi yang terletak di Jalan Chairil Anwar Bekasi Timur Kota Bekasi, kemarin. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menduga ada dugaan korupsi dari perjalanan Dinas Anggota DPRD Kota Bekasi periode tahun 2014 (Dokumentasi Radar Bekasi)

ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri menuding sumber daya manusia (SDM) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi lemah dalam hal mengelola anggaran.

Sikap itu dilontarkan lantaran selama empat tahun berturut-turut, Disdik Kota Bekasi tak mampu menyerap anggaran pada sejumlah kegiatan pengadaan.

“Karena banyak yang tidak terserap, maka beberapa pengadaan barang dialihkan ke Sekretariat Daerah Kota Bekasi,” kata dia, Rabu (13/12/2017).

Ustuchri menilai, rendahnya penyerapan anggaran ini membuat laju pendidikan di Kota Bekasi berjalan lamban. Padahal, beberapa kegiatan harus segera dilaksanakan guna mendukung proses pendidikan.

Dia mencontohkan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017, anggaran sebesar Rp 14 miliar untuk pembelian perangkat komputer lengkap dengan servernya tidak terserap. Padahal, pada Februari 2018 siswa-siswi SMP sudah memasuki masa Ujian Nasional (UN).

Akhirnya, pengadaan komputer dianggarkan kembali pada APBD murni 2018 mendatang. Namun untuk anggarandan pembelian komputer itu diserahkan ke Setda Kota Bekasi

Pemindahan mekanisme pengguna anggaran ini bertujuan agar hal yang terjadi selama empat tahun terakhir di Disdik tidak terjadi lagi.

“Antara dua pengguna anggaran (Setda dan Disdik) sudah sepakat dalam rapat. Apalagi pembelian perangkat komputer ini tidak bisa ditunda lagi,” ujarnya.

Ustuchri juga mempertanyakan kemampuan SDM yang ada di Disdik Kota Bekasi. Soalnya sudah ada bagian yang mengurus pengadaan barang pada dinas terkait.

“Kita minta dinas mengevaluasi dan memperbaiki kinerja SDM. Apalagi pengadaan barang saat ini lebih mudah dan cepat seperti belanja online,” tandasnya. (adv/kub/gob)



loading...

Feeds