Hutan Mangrove Muaragembong Terus Berkurang

Pengendara motor melintasi hutan mangrove yang sudah hancur (foto kanan). Anak-anak bermain di pesisir Desa Pantaibahagia, Muaragembong. Di desa itu pengikisan daratan terus terjadi dan mengkhawatirkan. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

Pengendara motor melintasi hutan mangrove yang sudah hancur (foto kanan). Anak-anak bermain di pesisir Desa Pantaibahagia, Muaragembong. Di desa itu pengikisan daratan terus terjadi dan mengkhawatirkan. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

KEBERADAAN hutan mangrove di Pantai Muaragembong terus mengalami kekuarangan. Hingga kini diperkirakan hanya tinggal 1.000 hektare (Ha).

Berkurangnya hutan mangrove tersebut dikarenakan banyaknya penebangan liar yang kerap terjadi, sehingga berdampak terhadap abrasi di Muaragembong.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi, Wahyudi Asmar mengatakan, pihaknya telah menganggarkan untuk penaman mangrove di sejumlah pantai di Kabupaten Bekasi Tahun 2016 lalu.

“Namun karena kewenangan untuk hutan mangrove akan diambil alih oleh Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), sehingga di Tahun 2017, kami tidak menganggarkan lagi untuk penanaman mangrove di sejumlah pantai Kabupaten Bekasi.

Menurut Wahyudi, penanaman ini dilakukan sebagai pelestarian mangrove di Kabupaten Bekasi. Pasalnya banyak warga pesisir yang mengeluhkan kalau berkurangnya hutan mangrove menjadi abrasi dari dan banjir rob kerumah warga. (dho/pj/gob)



loading...

Feeds

Pengaruhi Hak Pilih Warga Kota Bekasi, Pak RT dan RW Terancam Sanksi Pidana

KPU Harus Jamin Hak Pilih Warga

KETUA Kajian Masyarakat Merdeka, Ahmad Lauhil Mahfuz, menilai jika bicara Pemilu  maka sumbernya adalah rakyat yang berdaulat. Oleh sebab itu, …