Pelajar Serang Baru Menantang Maut Menuju Sekolah Lewat Jembatan Nambo

Jembatan Nambo diperbatasan Serang Baru dan Bojongmangu. (Foto: Ist)

Jembatan Nambo diperbatasan Serang Baru dan Bojongmangu. (Foto: Ist)

KABUPATEN Bekasi dikenal sebagai kabupaten yang memiliki area industri terbesar di Asia Tenggara. Tetapi di pelosok kabupaten dengan penduduk hampir 3 juta jiwa itu masih tersimpan cerita perlu diamati.

Di perbatasan Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru dan Bojongmangu, tepatnya di Kampung Nambo, terdapat sebuah jembatan yang akan memicu adrenalin, dikenal dengan Jembatan Nambo.

Setiap pagi, para siswa dari Nagasari terpaksa melewati jembatan yang tampak rapuh dan licin itu untuk mencapai sekolah mereka di Bojongmangu.

Warga pun terpaksa melewati jembatan satu-satunya yang mempercepat langkah mereka. Kalau tidak, warga harus memutar cukup jauh.IMG-20171206-WA0003

Seperti dikisahkan oleh Unyil warga Cibarusah. Karena keprihatinannya ia mengunggah foto jembatan tersebut ke media sosial sembari membubuhkan tulisan.

“Saya prihatin dengan kondisi itu, saya posting ke grup Facebook. Akhirnya dapat tanggapan dari pembina kita Bapak Budiyanto,” katanya saat dihubungi gobekasi.id, Rabu (6/12/2017).

Segera setelah itu, ia mengecek ke lokasi dan melihat dengan mata kepalanya sendiri. Unyil mengaku ia sempat beberapa kali dihubungi pejabat Pemda usai posting-nya diteruskan.

“Jembatannya licin, bahaya. Kalau hujan bisa naik air. Meluap. Memang jembatan itu satu-satunya di sana. Warga sekitar berharap jembatan tersebut diperbaiki,” jelasnya.

Ia berharap agar para pihak terkait bisa support kebutuhan jangka pendek diperbaiki dan disesuaikan kebutuhan, karena dipergunakan setiap hari pulang pergi sekolah anak-anak generasi penerus bangsa Indonesia. (lea/gob)



loading...

Feeds