Mochtar Mohamad Bukan Beban Rahmat Effendi di Pilkada 2018

Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Rahmat Effendi (kiri) berbincang dengan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara di Rapimda DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Foto: Dokumentasi

Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Rahmat Effendi (kiri) berbincang dengan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara di Rapimda DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Foto: Dokumentasi

KETUA DPD II Partai Golkar, Rahmat Effendi, angkat bicara soal diusulkannya nama mantan Wali Kota Bekasi periode 2008-2013 silam yang tersandung kasus korupsi, Mochtar Mohamad.

Nama Mochtar Mohamad memang tidak asing ditelinga masyarakat Kota Bekasi. Dia adalah mantan anggota DPRD Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi dan Wali Kota Bekasi. Ia juga pernah menjadi Ketua DPC PDIP Kota Bekasi.

Belum lama ini, pria berawak besar itu diusulkan kembali menjadi calon tunggal balon Wali Kota di Pilkada Kota Bekasi 2018 melalui Partai berlambang moncong putih.

Menanggapi itu, Rahmat Effendi yang disebut-sebut calon tunggal dari DPD I Partai Golkar mengaku biasa saja untuk berhadapan dengan mantan pasangannya pada periode 2008–2013, dimana saat itu, Rahmat adalah wakil Mochtar.

Ia juga mengatakan, tidak ada beban untuk berhadapan dengan Mochtar Mohamad dalam Pilkada 2018 mendatang.

“Kalau beban untuk apa? Kita biasa aja, mengalir aja, toh semua sudah ada di garis tangan. Hanya caranya, cara baik, cara tidak baik,” kata Rahmat, Rabu (6/12/2017).

Malahan, ia tidak mau turut berkomentar soal status Mochtar sebagai mantan narapidana korupsi.

“Gini, politik itu kan etika, biarkan saja masyarakat yang menilai, mengalir. Tidak perlu kita melakukan upaya–upaya diskriminasi, pencitraan, aneksasi,” kata dia.

Ia juga memastikan, jika pihaknya tidak melakukan upaya tertentu terkait dengan hal tersebut.

“Semakin hati kita dengki, semakin keluar cerminan pribadi kita,” tutur pria yang kini masih menjabat sebagai Wali Kota Bekasi ini.

Sementara itu, Akademisi dari Universitas Islam “45”, Adi Susila, menyampaikan jika diusulkannya nama Mochtar Muhamad untuk maju sebagai calon wali kota Bekasi dinilai sebagai langkah yang tepat.

“Masih fifty–fifty ya, karena peluangnya cukup besar, PDIP Kota Bekasi cukup kuat, figur pak Mochtar juga cukup kuat di internal dan eksternal. Saya kira untuk wakilnya cari yang bisa menambah atau melebarkan konsituen, kalau Pak Mochtar itu kan kuat dikonsituennya. Pemilih perkotaan ini kan partisipasinya rendah, Pak Mochtar kalau bisa mencari pendamping yang bisa menjangkau pemilih perkotaan dan pemula,” paparnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …
Ketua DPC Gerindra Imbau Para Balon Wali Kota Intropeksi Diri

Gerindra Ogah Hanya Jadi Pendukung

BENDAHARA DPC Gerindra Kota Bekasi, Muhamad Dian, menegaskan jika partainya tidak akan menjadi partai pendukung, melainkan pengusung pada Pilkada Kota …