21 Ribu Karyawan di Kota Bekasi Belum Terlindungi Asuransi, Penyebabnya…

LAYANI KONSUMEN: Karyawan Radja Bangunan (kanan) sedang melayani konsumen yang ingin membeli produk bangunan.OKE/RADAR BEKASI

LAYANI KONSUMEN: Karyawan Radja Bangunan (kanan) sedang melayani konsumen yang ingin membeli produk bangunan.OKE/RADAR BEKASI

PEMERINTAH Kota Bekasi, menemukan sekitar 21.000 pekerja yang belum terlindungi asuransi kecelakaan kerja di wilayahnya.

Melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPST) Kota Bekasi, para pengusaha didesak agar mengiksertakan pekerjanya ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor Cabang Bekasi Kota BPJS Ketenagakerjaan, Mariansah, mengatakan adanya perusahaan yang belum mengikutsertakan karyawannya dalam BPJS Ketenagakerjaan, karena minimnya pengetahuan tentang asuransi tersebut.

Selama ini, kata dia, masyarakat lebih mengenal BPJS Kesehatan, sementara untuk kecelakaan kerja menjadi domain BPJS Ketenagakerjaan.

“Sekarang kita tingkatkan sosialisasi ke masyarakat agar mereka mengetahui adanya BPJS Ketenagakerjaan,” kata dia, Rabu (6/12/2017).

Ia menyampaikan,21.000 karyawan yang belum terlindungi asuransi ketenagakerjaan mayoritas berasal dari perusahaan kecil.

Jumlah itu berasal dari 3.000 perusahaan dengan rasio jumlah karyawan paling banyak tujuh orang.

“Mayoritas perusahaan ini adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kota Bekasi,” ujar Mariansah.

Meski demikian, perusahaan wajib mengikutsertakan karyawannya dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Karena, hal itu sudah diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS dan PP Nomor 86 tahun 2013 tentang sanksi Administrasi.

Adapun sanksinya dimulai dari teguran tertulis, denda, pemberhentian layanan publik, salah satunya ijun usaha.

Karena itu, dengan adanya MoU dengan Pemerintah Kota Bekasi, pihaknya bersyukur karena bisa meningkatkan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kota Bekasi.

Dia mencatat, jumlah karyawan yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kota Bekasi sekitar 270.000 orang. Jumlah itu terdiri dari 4.000 perusahaan dari skala menengah hingga besar.

“Ini yang lagi kita usahakan, agar 21.000 karyawan dari 3.000 perusahaan UMKM ini bisa terlindungi BPJS Ketenagakerjaan,” tandsnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

SMAN 2 Kota Bekasi jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional

PPP Resmi Usung Rahmat Effendi-Sholihin

DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi telah mengeluarkan surat rekomendasi mengusung Rahmat Effendi dan Sholihin untuk …
Ketua DPC Gerindra Imbau Para Balon Wali Kota Intropeksi Diri

Gerindra Ogah Hanya Jadi Pendukung

BENDAHARA DPC Gerindra Kota Bekasi, Muhamad Dian, menegaskan jika partainya tidak akan menjadi partai pendukung, melainkan pengusung pada Pilkada Kota …
Polisi memegang celurit yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban, Senin (11/12/2017). (Foto: M Yakub/GoBekasi)

Polisi: Pembunuh Bukan Kekasih Korban

KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi Kota, memastikan jika kasus pembunuhan yang menimpa gadis SMA bernama Mashita Octavian (18) adalah salah salah …