Polres Kejar Otak Penganiaya 2 Polisi Pondok Gede

Lima tersangka sementara yang berhasil diciduk Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota usai menganiaya 2 anggota Polsek Pondok Gede, Selasa (5/12/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Lima tersangka sementara yang berhasil diciduk Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota usai menganiaya 2 anggota Polsek Pondok Gede, Selasa (5/12/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi Kota mengejar tiga tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus penganiayaan dua anggota Kepolisian Sektor Pondok Gede, Minggu (3/12/2017).

Saat ini, polisi berhasil mengamankan dan menetapkan lima orang tersangka dari sebelumnya menangkap 10 orang yang menyaksikan penganiayaan di Jalan Cepuk 2, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede.

“Identitas para pelaku sudah kami dapatkan, jadi total tersangka sebenarnya ada delapan,” kata Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Hero Henrianto Bachtiar, Selasa (5/12/2017).

Hero memastikan, tiga DPO masih berada di wilayah Kota Bekasi. Dari tiga orang yang masuk pengejaran ada salah satu pelaku yang menjadi inisiator pada aksi kebrutalan kepada anggotanya.

“Otak dari aksi kebrutalan itu sudah kami kantongi juga namanya. Nanti kami akan sampaikan kembali,” jelasnya.

Ia meengatakan, jika dua anggotanya masih berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Namun, Inspektur Panjang masih dalam penanganan intensif oleh tim medis.

“Iptu Panjang habis selesai operasi di bagian ususnya, sekarang kondisinya masih berada di ruang ICU, sementara Bripka Slamet Aji sudah diruang umun,” kata Hero.

Jika ditangkap, tiga DPO disangkakan secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang di muka umum (pengroyokan) sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 ayat (1) KUHPidana. Ancaman pidana selama-lamanya 5 tahun 6 bulan. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …