Mengulas Fenomena Kekerasan Terhadap Wanita

Kegiatan talkshow Behind the Door di President University, Kamis (30/11/2017). (Foto: Dok)

Kegiatan talkshow Behind the Door di President University, Kamis (30/11/2017). (Foto: Dok)

MAHASISWA President University menggelar talkshwo Behind the Door di Laboratorium Humaniora-President University, Cikarang Utara, Kamis (30/11/2017). Tema yang diangkat ialah ‘Speak Against Domestic Violence: Know the Signs of Domestic Violence and Relationship Abuse’.

“Di balik pintu, pintu itu ada hati yang terluka, ada mata yang berbalut duka, ada tangis yang tertunda, dan ada doa yang terkendala’’ merupakan salah satu bait puisi yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Humaniora President University, Teuku Rezasyah, sebagai pembuka acara Talkshow Behind the Door.

Talkshow Behind The Door menghadirkan praktisi, aktivis dan ahli hukum untuk mengupas bagaimana dapat mengetahui dan mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) yang mungkin masih tabu untuk dibicarakan masyarakat pada umumnya.

Talkshow Behind the Door dihadiri oleh 130 partisipan yang berasal dari siswa SMA/SMK, mahasiswa serta dosen President University. Talkshow Behind the Door diawali dengan sesi “Kerentanan Perempuan terhadap Kekerasan Berbasis Gender” yang dibawakan oleh Gratianus Prikasetya Putra.

“Ia menjelaskan tentang pentingnya mengetahui perbedaan antara sex dan gender, sehingga kita semua dapat terhindar dari gender bias yang dapat menjadi akar mula kekerasan dalam hubungan atau rumah tangga,” jelas panitia Behind the Door Audia Tri.

Sesi selanjutnya dibawakan oleh Dwi Kencana Wulan, yang merupakan seorang psikolog dan juga dosen Universitas Negeri Jakarta yang menjelaskan tentang Kekerasan dalam rumah tangga dari sisi psikologi.

Wulan menjelaskan, pola perilaku seseorang biasanya menetap dan sulit diubah yang biasanya dibawa dari pelajar hingga berujung ke rumah tangga.

“Beliau juga menjelaskan bahwa isu seperti kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan dalam pacaran masih dianggap sebagai masalah privat sehingga masih sangat sedikit masyarakat yang peduli dan berani untuk mengangkat isu tersebut. Oleh karena itu, Ibu Wulan sangat mengapresiasi dan menekankan pentingnya acara seperti Behind the Door bagi masyarakat luas,” katanya.

Setelah mengetahui kekerasan dalam rumah tangga dari sisi psikologis, para partisipan juga diajak mengenal lebih dalam kekerasan dalam rumah tangga dari sisi hukum oleh Fauzi. Ia menjelaskan prinsip-prinsip konvensi CEDAW (Convention On The Elimination Of All Forms Of Discrimination Against Women) yang merupakan aturan hukum internasional yang telah diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskiriminasi Terhadap perempuan.

Talkshow dimoderatori oleh Anathasia Citra, selaku dosen komunikasi President University dan berhasil mengundang diskusi yang sangat interaktif antara narasumber dan partisipan yang hadir.

“Talkshow Behind the Door juga ikut diramaikan dengan penampilan musikalisasi puisi yang dipersembahkan oleh mahasiswa President University yakni Dila Jessica Neolaka jurusan Pendidikan Sekolah Guru Dasar dan Leyta Lovmanya jurusan Hukum. Selain itu, para partisipan juga diajak untuk melakukan movie screening film pendek hasil karya mahasiswa Film dan Televisi President University yang mengupas tentang kekerasan dalam rumah tangga dari berbagai faktor,” jelas Aulia.

Pihak panitia berharap dengan rangkaian acara yang diadakan Behind the Door, dapat mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memberantas kekerasan dalam rumah tangga.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera. Mari kita melawan kekerasan dalam rumah tangga! Know the Signs, Prevent the Violence!” serunya menutup. (lea/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …