Diskusi Bappeda, Membahas Tantangan Pendidikan di Kota Bekasi

 Kemenristekdikti tengah memberikan  materi seputar pendidikan kepada para peserta, agar generasi masa depan bisa berkembang. (Foto: Ahmad F/GoBekasi)

Kemenristekdikti tengah memberikan  materi seputar pendidikan kepada para peserta, agar generasi masa depan bisa berkembang. (Foto: Ahmad F/GoBekasi)

KEPALA Bappeda Kota Bekasi Koswara Hanafi yang juga pembina Dewan Kota Cerdas Kota Bekasi mengatakan, mengingat yang saat ini teknologi sudah sedemikian canggih, dirinya meminta harus ada sinkronisasi antara kurikulum dengan keterampilan dan keahlian.

Dalam diskusi yang berlangsung di Hotel Santika Bekasi selatan di ikuti 60 kampus dan universitas yang ada di Kota Bekasi. Sementara narasumber yang hadir ialah Valentino Dinsi Ketua Umum jaringan Pengusaha Muslim, Danang Riski Ginanjar Staf Khusus Menteri PPN, Budi Jatmiko ketua Aptisi. Prof Ali Gufron Dirjen SDM kemenristekdikti. Diskusi sendiri mengambil tema tantangan pendidikan untuk generasi muda masa depan.

Dirinya memaparkan, pada era saat ini pola kurikulum yang akademis sudah tidak begitu cocok ,sehingga harus ada pengembangan keterampilan dan keahlian.

“Dewan Kota Cerdas tugasnya adalah menyiapkan generasi ke depan lebih baik. Pemanfaatan teknologi dengan penguatan etika tepat dalam pengembangan generasi muda di era saat ini. Perubahan pola pekerjaan sekarang, harus bisa diterapkan di Kota Bekasi dengan menggunakan konsep smart city,” jelasnya.

“Jika pendidikanya baik maka hasilnya akan baik pula. Strategi pengajaran juga harus di siapakan dengan strategi pembentukan karakter manusia yang memiliki kecerdasan dan keterampilan karena ini dari pengembangan Smart City bukan hanya alat tapi manusianya juga harus trampil dan smart,” sambungnya, Selasa (5/12/2017).

Kata dia, nantinya hasil diskusi setidaknya dapat menjadikan acuan bagi para dosen dan pengelola kampus agar dapat merubah generasi muda yang memiliki keterampilan dan keahlian dalam bidang yang dipilih atau sesuai dengan jurusan perkuliahan.

“Tugas kita adalah siapkan generasi mendatang, harus banyak kajian dan diskusi mengenai pendidikan harus seperti apa kedepan,  karena Orang ( SDM) adalah elemen paling penting dalam smart city,” tuntasnya. (adv/dyt/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …