Sepanjang 2017, Dinkes Kota Bekasi Tangani 12 Kasus Difteri

(Ilustrasi) Pemberian Campak Rubella (MR) di bilangan Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya oleh ara kader posyandu belum lama ini. Foto: Istimewa/Gobekasi

(Ilustrasi) Pemberian Campak Rubella (MR) di bilangan Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya oleh ara kader posyandu belum lama ini. Foto: Istimewa/Gobekasi

DINAS Kesehatan Kota Bekasi berhasil menangani 12 kasus penyakit difteri sepanjang Januari-November 2017. Hal ini dikemukakan Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati.

Kasus teranyar adalah pada Bulan November setelah mendapatkan laporan terkait adanya kasus difteri, pihaknya langsung melakukan penanganan surveilan terhadapnya.

Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

“Salah satu penyebab terjangkitnya penyakit difteri itu karena tidak adanya daya tahan tubuhnya. Sehingga menjadi rentan terjangkit penyakit itu,” kata Dezi, Senin (4/12/2017).

Penanganan yang dilakukan ketika terjangkit difteri adalah dengan memeriksa epidomologis terhadap pasien dan keluarga pasien terlebih dahulu.

“Juga menanyakan apakah pasien pernah mendapatkan imunisasi atau tidak. Lalu memberikan penanganan sesuai dengan prosedur terhadap pasien, termasuk pemeriksaan uji lab pada bagian yang terjangkit difteri,” jelas Dezi.

Jika pasien dinyatakan positif difteri, maka pihaknya pun sesegera mungkin untuk mencarikan Anti-Difteri (ADF) sebagai tahapan pengobatan.
“Alhamdulillah selama ini kita selalu berkoordinasi dengan baik dengan provinsi dan kementrian perihal ADF itu,” katanya.

Menurutnya, selama ini kebutuhan ADF itu bagi Kota Bekasi selalu terpenuhi, dengan tertanganinya kasus-kasus difteri di Kota Bekasi, ia mengatakan secara program, program imunisasi di Kota Bekasi memang dinilai telah tercapai.

“Namun bila memang ditemukan kasus difteri, kita selalu telusuri apakah benar yang bersangkutan warga Bekasi, atau baru pindah ke Bekasi, seperti itu,” tuturnya.

Dezi melanjutkan, bilamana di daerah lain ditemukan kasus ADF namun tak terselamatkan, ia menyebut hal itu karena berbagai kemungkinan. Salah satunya karena mungkin para pasien sudah terlambat untuk tertanganinya.

Namun, semua pihak termasuk Dinkes Kota Bekasi akan selalu bergerak cepat bila memang mendapatkan informasi mengenai pasien yang diduga terjangkit difteri itu. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …
SMAN 2 Kota Bekasi jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional

PPP Resmi Usung Rahmat Effendi-Sholihin

DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi telah mengeluarkan surat rekomendasi mengusung Rahmat Effendi dan Sholihin untuk …
Ketua DPC Gerindra Imbau Para Balon Wali Kota Intropeksi Diri

Gerindra Ogah Hanya Jadi Pendukung

BENDAHARA DPC Gerindra Kota Bekasi, Muhamad Dian, menegaskan jika partainya tidak akan menjadi partai pendukung, melainkan pengusung pada Pilkada Kota …