Ratusan Hektare Sawah Gagal Panen

Ilustrasi gagal panen. (Foto: Dokumentasi GoBekasi/Ivan)

Ilustrasi gagal panen. (Foto: Dokumentasi GoBekasi/Ivan)

SEBANYAK 683 hektare lahan persawahan di Kabupaten Bekasi terserang hama Wereng Batang Coklat (WBC). Akibatnya banyak petani yang merugi karena gagal panen.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, sedikitnya ada delapan kecamatan yang area persawahannya terserang hama WBC, diantaranya Kecamatan Sukakarya, Sukatani, Cabang Bungin, Pebayuran Muaragembong, Tambelang dan Sukawangi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nur Haidir mengatakan, serangan hama WBC merupakan siklus lima tahunan setelah sebelumnya pernah terjadi.

“Dari hasil tinjauan dinas pertanian, hama WBC sudah ada di awal bulan November yang memang sebelumnya menyerang wilayah Karawang terlebih dahulu, kemudian merembet ke wilayah Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Dijelaskan Haidir, hama WBC merupakan hama yang berbahaya bagi tanaman padi, karena selain merusak tanaman, hama ini menyebabkan penurunan produksi dan yang paling parah bisa terjadi puso.

“Hama WBC kan mengisap cairan dalam jaringan pengakut tanaman padi yang menyebabkan padi tidak bisa menghasilkan bulir hingga mati,” terang Haidir.
Ia mengklaim, kalau Dinas Pertanian sudah melakukan langkah Gerakan Pengendalian (Gerdal) di sejumlah wilayah yang belum terserang hama WBC dengan melakukan pengendalian hama dan juga pengelolaan tanah, namun yang paling efektif dengan cara dibakar lahan kemudian dilakukan penanaman ulang.

“Tapi sayangnya, kebanyakan petani di Kabupaten Bekasi merupakan petani penggarap, makanya jarang merasa memiliki dan ini menjadi masalah karena malas mengurusinya,” tutur Haidir.

Sementara itu, petani asal Sukakarya, Sarman (37), serangan hama WBC merupakan yang terparah dalam lima tahun belakangan ini, karena puluhan hektare area persawahan miliknya gagal panen karena kering dan puso.

“Kalau dihitung-hitung hampir ratusan juta saya rugi. Padahal panen tinggal sebulan lagi, tapi padi saya sudah rusak semua,” ucapnya lirih.

Sarman pun meminta peran pemerintah daerah supaya lebih memikirkan para petani dengan memberikan bibit dan pupuk subsidi untuk meringankan pengeluaran modal para petani.

“Jadi mau tidak mau harus menanam ulang lagi, karena sebagian sudah kami musnahkan dengan dibakar. Kalau hal itu tidak dilakukan, kasihan petani yang lain, sebab hama WBC ini bisa merembet,” pungkasnya.

(dho/pj/gob)



loading...

Feeds