PDIP Tegas Usung Mochtar Mohamad di Pilkada Kota Bekasi

Mochtar Mohamad usai melakukan pendaftaran sebagai bakal calon wali kota Bekasi di DPC PDIP Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur, Kamis (1/6/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah

Mochtar Mohamad usai melakukan pendaftaran sebagai bakal calon wali kota Bekasi di DPC PDIP Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur, Kamis (1/6/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah

PDIP tampaknya berubah arah di Pilkada Kota Bekasi. Sebelumnya, “mati-matian” ingin menjadi pendamping calon petahana, Rahmat Effendi yang juga Wali Kota Bekasi. Kini, justru balik kanan.

Dalam rapat koordinasi dan konsolidasi DPC bersama PAC serta ranting-ranting se-Kota Bekasi, tanpa dihadiri Anim Imamudin selaku ketua DPC PDIP Kota Bekasi, parpol berlambang banteng moncong putih itu, tegas mengusulkan mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad (M2) sebagai bakal calon wali kota di Pilkada Kota Bekasi 2018.

“Ini usulan dari ranting dan PAC se-Kota Bekasi. Nanti kami sampaikan ke DPD dan DPP. Kami optimistis DPD dan DPP akan merekomendasi nama yang diusulkan (M2),” ujar Ketua Bappilu DPC PDIP Kota Bekasi. Nicodemus Godjang, di sekretariat DPC PDIP Kota Bekasi di Jalan Chairil Anwar, Minggu (3/12/2017).

Nico menjelaskan, pertimbangan ranting-ranting dan PAC yang mengusulkan nama Mochtar Mohamad bukan tanpa dasar. “Dasarnya hasil survey. Lima lembaga survey menyebutkan nama M2 berada di bawah nama calon petahana. Saya kira ini masih fluktuatif,” ungkapnya.

Diakui Nico, dari tokoh-tokoh yang dijaring PDIP, hanya Mochtar Mohamad yang dianggap mampu bersaing dengan petahana. Dia pun optimistis seandainya head to head, PDIP yakin M2 dapat bersaing.

“Kami sangat yakin ketika head to head melawan petahana, Pak Mochtar pasti menang. Ini berdasarkan data yang kami punya,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Mochtar Mohamad mengatakan, dia sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai di Kota Bekasi terkait dengan Pilkada Kota Bekasi 2018. Namun, belum diputuskan partai mana saja yang nantinya akan berkoalisi.

Dia mengklaim sejumlah partai yang sudah menjalin komunikasi selama beberapa bulan ke belakang, Partai Demokrat, PAN, Partai Gerindra dan Perindo.

“Kalau soal pendamping diserahkan ke DPP. Ada beberapa partai mengusulkan, PAN mengusulkan Luki Hakim. Ada Gerindra mengusulkan,” kata Mochtar. (neo/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …
Ketua DPC Gerindra Imbau Para Balon Wali Kota Intropeksi Diri

Gerindra Ogah Hanya Jadi Pendukung

BENDAHARA DPC Gerindra Kota Bekasi, Muhamad Dian, menegaskan jika partainya tidak akan menjadi partai pendukung, melainkan pengusung pada Pilkada Kota …