Tingkat Pengangguran Tinggi, Kader Prabowo Usulkan Ini untuk Masyarakat Bekasi

para pencaker mengantri untuk menyerahkan berkas lamaran kerja pada job fair Disnaker Kabupaten Bekasi, Jumat (7/8/2015).  (Foto: Dokumentasi GoBekasi)

para pencaker mengantri untuk menyerahkan berkas lamaran kerja pada job fair Disnaker Kabupaten Bekasi, Jumat (7/8/2015). (Foto: Dokumentasi GoBekasi)

TINGGI tingkat pengangguran tenaga kerja masih jadi polemik di Kabupaten Bekasi, Program Dinas Tenaga Kerja untuk mengurangi pengangguran dirasa nihil.

Pasalnya, setiap tahunnya pengangguran meningkat, ditambah juga banyaknya pihak perekrutan pihak ketiga menyulitkan tenaga kerja.

Anggota Komisi IX DPR RI Puti Sari mengatakan, tiap tahun warga yang mencari pekerjaan membludak, menjadikan tingkat pengangguran di Kabupaten Bekasi tergolong tinggi, ditambahkan banyaknya warga mengeluhkan susahnya masuk pekerjaan.

“Di Kabupaten Bekasi ini tenaga kerja jumlah pengganguran termasuk tinggi, saya juga sebenarnya selalu mendorong ini harus ada solusi, karena dari saya yang selalu warga saya temui keluhan masyarakat susah sekali masuk dunia kerja di kabupaten bekasi, walaupun dia adalah orang Kabupaten Bekasi asli,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Lanjut Putih, Ditambah juga warga pencari pekerja disusahkan dengan adanya pihak perekrutan untuk bisa masuk ke dunia industri.

“Karena memang di tengah persaingan di tengah pusat tenaga kerja, yang ada memperbolehkan pihak ketiga melalui perekrutan pihak ketiga untuk masuk ke industri, yang ini juga menyulitkan para pencari pekerja khusunya masyarakat Kabupaten Bekasi,” kata Putih.

Dirinya juga menghimbau kepada warga, bekerja tidak hanya di suatu perusahan, namun bisa juga dengan adanya suatu usaha mandiri dan juga disitu bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Pasalnya, pemerintah pusat memiliki program pelatihan tersebut untuk warga.

“Tapi bagaimana juga masyarakat diberikan kesadaran, bahwasanya pekerja tidak harus di pabrik aja ga harus di perusahan,” imbuhnya.

“Di pusat kita udah dorong supaya ada pelatihan-pelatihan, supaya menumbuhkan tenaga kerja mandiri, jadi mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tapi bagaimana mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” sambungnya.

Dirinya menyayangkan atas Dinas Tenaga Kerja yang acuh terhadap fasilitas dan program yang diberikan pemerintah pusat.

Menurut Putih program Dinas Tenaga kerja dirasa tidak efektif dan tidak bisa mengurangi tingkat pengganguran yang terbilang tinggi di Kabupaten Bekasi.

“Di pusat kan ada program pelatihan dan juga saya di beberapa wilayah juga memfasilitasi untuk dibawah tingkat kabupaten, tapi di Kabupaten Bekasi saya gak tau, mungkin dinas katanya udah banyak program, tapi juga saya gak melihat itu, artinya tetap aja tapi tidak bisa mengurangi jumlah pengangguran tinggi,” katanya.

“Kita ingin berikan bantuan tambahan program, tapi dinasnya sendiri yang menolak artinya merasa sudah mampu kemampuan daerahnya, saya apresiasi kalau mereka benar-benar, tapi kenyataannya tingkat pengangguran masih tinggi dan juga tenaga kerja mandiri kurang,” tutupnya. (lea/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …