Jokowi Datang ke Kota Bekasi, Guru Honorer Tuntut Kejelasan Status

Sekjen DPP Front Pembela Honorer Indonesia, Muhamad Nur Rambe, saat menjelaskan tuntutan para honorer yang selama ini nasibnya masih terkatung-katung, di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Sabtu (2/12/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Sekjen DPP Front Pembela Honorer Indonesia, Muhamad Nur Rambe, saat menjelaskan tuntutan para honorer yang selama ini nasibnya masih terkatung-katung, di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Sabtu (2/12/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KEDATANGAN Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, dalam momen Hari Guru Nasional (HGN) disambut dengan tuntutan ratusan perwakilan Guru Honorer.

Para Guru Honorer khususnya di Kota Bekasi memillih berdiam di Pedestrian Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, ketimbang di Stadion Patriot Candrabhaga.

Sekretaris Jendral DPP Front Pembela Honorer Indonesia, Muhamad Nur Rambe, mengharapkan agar Presiden Jokowi dapat menemui mereka.

“Kami ingin bersilaturahmi dengan presiden, kami menyambut kedatangan beliau di Bekasi. Tujuannya untuk HGN. Namun, disini ada beberapa yang ingin kami sampaikan agar beliau memperthatikan kami,” kata Rambe, Jumat (2/12/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Penyampaian itu berupa aspirasi tentang nasib tenaga honorer yang saat ini masih terkatung-katung. Merek memita agar statusnya sebagai honorer diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Honorer harus menjadi PNS, tanpa tes. Aspirasi ini kami utarakan kembali karena sampai sekarang tidak pernah selesai sejak tahun 2005. Kami berharap Pak Jokowi dapat melihat kami dan bertemu sejenak walau hanya 1 menit,” ujar dia.

Jokowi Datang ke Kota Bekasi, Guru Honorer Tuntut Kejelasan Status

Guru Honorer membentangkan spanduk bertuliskan “Pak Jokowi Temui Kami 5 Menit Pendukingmu” di Jalan Ahamad Yani jeang kedatangan Presiden Joko Widodo di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (2/12/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Kenaikan status itu, kata Rambe harus dipukul rata atau menyeluruh. Sebab, bila tidak tuntas masalah ini akan terus berkelanjutan. Disamping itu, mereka menuntut agar aspirasi ini dapat dijadikan payung hukum berupa Peraturan Presiden ataupun Peraturan Perundang-undangan.

“Pengabdian mereka (Guru Honorer) sudah cukup lama, ada yang sampai 20-40 tahun. Mereka butuh penghargaan, bukan penghargaan batik dan tertulis, tapi status PNS yang seharusnya dimiliki. Maka dari itu kita dorong Perpres atau Perpu, karena UU yang saat ini direvisi itu ngantuk, tidak selesai-selesai,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …
Pengendara motor melintasi hutan mangrove yang sudah hancur (foto kanan). Anak-anak bermain di pesisir Desa Pantaibahagia, Muaragembong. Di desa itu pengikisan daratan terus terjadi dan mengkhawatirkan. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

Hutan Mangrove Muaragembong Terus Berkurang

KEBERADAAN hutan mangrove di Pantai Muaragembong terus mengalami kekuarangan. Hingga kini diperkirakan hanya tinggal 1.000 hektare (Ha). Berkurangnya hutan mangrove …