Terungkap, Medsos Jadi Dalang Tawuran Maut di Bekasi Utara

KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi Kota mengungkap kasus tawuran maut pemuda Kampung Simbang dan Kampung Lokomotif, Kelurahan Kaliabang, Kecamatan Bantargebang.

Rupanya, tawuran yang mengakibatkan satu orang tewas atas nama Reza Apriansyah (15) dan tiga remaja lainya mengalami kritis antara lain Akbarudin (23), Hafiz Khotami (19), dan Elvin Hidayat (22) akibat media sosial.

“Pemicunya dari saling ejek antar kelompok di media sosial hingga berujung tawuran,” kata Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing, Jumat (1/12/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Mulanya, kata Erna, pemuda dari Kampung Lokomotif memajang sebuah foto celurit di Facebook. Unggahan itu dianggap oleh pemuda Kampung Simbang sebuah tantangan berkelahi.

Dalam medsos, kedua kelompok pemuda juga saling membuat ujaran bernada provokatif. Lalu, kedua kelompok pemuda itu janjian bertemu di halaman parkir Alfamidi, Kaliabang Tengah pada Senin 27 November sekitar pukul 01.00 WIB.

“Saat itu, pemuda Kampung Lokomotif sedang menunggu temannya. Mereka hanya empat orang, dan keempatnya menjadi korban pembantaian ketika lawannya datang berjumlah belasan orang dan menghabisi para korban dengan senjata tajam,” jelas dia.

Usai menghabisi korban, mereka melarikan diri. Tak lebih dari enam jam setelah kejadian itu, polisi berhasil membekuk dua orang dan ditetapkan sebai tersangka.

Adalah MB dan RS. Tersangka pertama ditangkap polisi ketika berada di depan SPBU Jalan Lingkar Utara, sedangkan RS ditangkap di rumahnya, tanpa memberikan perlawanan.

“Masih ada 11 DPO (Daftar Pengejaran Orang) yang sedang kita buru dan terlibat dalam tawuran berdarah itu,” tegasnya.

Lanjutnya, dari kedua tersangka pihaknya menyita barang bukti berupa sebilah celurit, satu sweater dan sebuah celana panjang blue jeans yang terdapat noda darah.

Ketiga barang bukti itu diamankan saat polisi mengamankan RK di pinggir Jalan Lingkar Utara. Sedangkan noda darah itu kemungkinan milik korban pembacokan.

“Pelaku tawuran antar kelompok tersebut kurang lebih berjumlah 20 orang dengan membawa senjata tajam, kami imbau mereka menyerahkan diri,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …