Kok Bisa Info Razia PSK di Kabupaten Bekasi Bocor?

ilustrasi

ilustrasi

RAZIA gabungan Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilakukan petugas gabungan bocor. Sehingga dari empat lokalisasi prostitusi tidak ditemukan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan Tempat Hiburan Malam (THM) juga tidak ada yang buka.

Adapun empat lokasi yang didatangi tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinsos, TNI dan Polri tersebut, diantaranya Kalimalang, Tegal Danas, Lemah Abang, dan Desa Cilangkara Serangbaru. Tujuan untuk memberantas praktik prostitusi di Kabupaten Bekasi.

Lokasi pertama yang dituju, yakni warung remang-remang yang berada di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang, Desa Hegarmukti dan Pasir Tanjung Kecamatan Cikarang Pusat. Tapi sayangnya, begitu tiba di lokasi, warung remang-remang tersebut tutup dan tak ada seorangpun PSK yang ditemui.

Sehingga petugas kemudian melanjutkan perjalanan ke lokasi lainnya, yakni Jalan Raya Lemah Abang, Desa Jatireja Kecamatan Cikarang Timur, Jalan Raya Inspeksi Kalimalang, Desa Pasirsari Kecamatan Cikarang Selatan dan kawasan Tanggul, Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru. Di ketiga lokasi itu petugas juga tidak berhasil menjaring PSK.

Kasie Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Bekasi, Kadarudin menjelaskan, razia tersebut dilakukan untuk penegakan Perda No 10 Tahun 2002 tentang Larangan Perbuatan Asusila di Kabupaten Bekasi.

“Hasil pemeriksaan di lapangan, ternyata lokasi-lokasi yang kami datangi sudah tidak ada kegiatan alias tutup, sehingga tidak ada (PSK,red) yang terjaring,” ucapnya, Rabu (29/11/2017).

Kadarudin mengaku tidak mengetahui faktor utama penyebab tidak adanya PSK yang terjaring dalam razia tersebut. Ia pun mengelak jika penyebabnya diduga karena ada kebocoran informasi razia.

“Kalau saya bilang ada kebocoran informasi, berarti harus tau siapa yang membocorkan. Dan jika ada yang bilang bocor, juga harus tahu siapa yang membocorkan, itu wajib dicari tau dan kejar,” tegas Kadarudin.

Lanjutnya, razia serupa juga akan dilakukan dalam waktu dekat di sejumlah lokasi lainnya yang diduga menjadi tempat praktek prostitusi terselubung di Kabupaten Bekasi.

“Kemungkinan di pertengahan Desember. Kalau ada yang terjaring, akan kami kirim ke Pasar Rebo untuk diberikan pembinaan,” tandasnya.

(and/pj/gob)



loading...

Feeds