Gejala Kerawanan Pilkada Kota Bekasi Mulai Bermunculan

Ilustrasi uang. (Foto: Jawapos)

Ilustrasi uang. (Foto: Jawapos)

PIHAK kepolisian dan TNI mengklaim sudah melakukan antisipasi sebelum dimulainya tahapan Pilkada Serentak 2018, khususnya di Kota Bekasi. Upaya antisipasi itu sudah dilakukan sejak 14 Februari 2017 lalu.

“Kita sudah melakukan antisipasi kerawanan pilkada serentak sejak 14 Februari 2017, sebelum tahapan pilkada pada 1 November kemarin dimulai,” kata Kasat Intel Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Sugiyanto.

Menurutnya, Kota Bekasi sudah terlihat indikasi akan adanya kerawanan pilkada, di antaranya terlihat mulai banyaknya ujaran kebencian yang dilakukan di media sosial.

“Padahal Kota Bekasi ini belum ada calon yang menetapkan dirinya, namun di media sosial sudah banyak ujaran-ujaran kebencian yang dilakukan, ini adalah sebuah indikasi kerawanan,” ucapnya.

Sugiyanto mengatakan, di Indonesia ada sekitar 13 juta jiwa pengguna internet. Tidak tertutup kemungkinan, kerawanan pada pilkada nanti melalui media sosial akan terjadi.

Sementara itu, akademisi Universitas Bung Karno dan Universitas Jayaba, Ismail, mengatakan dalam kacamatan hukum terjadinya kerawanan pilkada juga dari beberapa faktor, di antaranya adalah tidak netralnya penyelenggara.

“Faktor pemicu kerawanan pilkada adalah tidak netralnya penyelenggara, minimnya SDM yang profesional, pemilih yang tidak akurat, paslon tidak menerima kekalahan, penggerakan massa,” jelasnya.

“Selain itu juga tidak didukungnya regulasi yang kuat dan saling mengikat, bertukarnya surat suara, media massa dan media sosial. Dualisme parpol pun dapat menjadi salah satu bentuk kerawanan dalam dukungan,” tambahnya. (sar/pj/gob)



loading...

Feeds