Peminat Jalur Independen Pilkada Kota Bekasi Belum Ada

Ilustrasi Pilkada

Ilustrasi Pilkada

KPU Kota Bekasi berjanji akan mengembalikan sisa anggaran untuk kebutuhan bakal calon dari jalur independen ke kas negara, jika sampai batas waktu penerimaan berkas tidak ada satupun kandidat yang maju melalui jalur tersebut. Sementara batas akhir penerimaan berkas dari calon independen pada Rabu (29/11/2017) besok.

Anggota KPU Kota Bekasi, Kanti Prayogo, mengatakan kebutuhan anggaran untuk jalur independen sudah disiapkan melalui rancangan anggaran. Namun ia mengaku tak hafal besaran anggaran tersebut dengan alasan sedang di jalan ketika diwawancarai.

Jika anggaran yang sudah dirancang itu tidak terserap, kata dia, KPU Kota Bekasi akan mengembalikannya ke kas negara.

“Tidak terserap kalau tidak ada calon independen. Kalau tidak terserap akan dikembalikan ke kas negara,” ujarnya.

Namun, lanjut Kanti, anggaran yang sudah dirancang itu tidak dikembalikan seutuhnya. Sebab sudah ada yang terserap untuk beberapa proses calon independen.

“Mulai dari persiapan seperti verifikasi dukungan di masyarakat sampai dengan pengesahan belum terpakai. Yang terpakai tahap persiapan seperti sosialisasi, iklan, dan spanduk,” katanya.

Anggota KPU Kota Bekasi lainnya, Syafrudin, menambahkan masih ada dua hari bagi calon independen yang ingin menyerahkan berkas dukungan ke KPU Kota Bekasi. Sejak dibuka jadwal penerimaan berkas bukti syarat dukungan, kata dia, hingga saat ini belum ada satu pasangan pun yang menyerahkan syarat tersebut.

“Sesuai jadwal, kesempatan untuk siapapun yang ingin maju di pilkada 2018 dari jalur perseorangan masih kami tunggu guna menyerahkan berkas bukti syarat dukungannya hingga pada 29 November 2017 pukul 00.00 WIB,” ujar Syafrudin.

Jika ada warga yang berminat dan punya tekad maju sebagai pasangan calon perseorangan, kata Syafrudin, idealnya pasangan tersebut sudah siap dengan minimal syarat dukungan yaitu, fotokopi KTP-el atau Suket untuk selanjutnya dibawa ke KPU Kota Bekasi.

“Saya kira adanya calon perseorangan di pilkada 2018 nanti, dapat dijadikan alternatif strategis agar tidak terjadi calon tunggal jika di antara partai politik membentuk koalisi utuh. Lagipula, untuk mencapai tujuan berdemokrasi di Indonesia tentu diharapkan ada calon lebih dari satu,” ungkapnya.

(oke/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …