Antisipasi ‘Pemilih Siluman’, Ormas di Kota Bekasi Bakal Kawal Pilkada 2018

Sosialisasi Antisipasi Kerawanan Pilkada Serentak Tahun 2018 di RM Margajaya, Bekasi Selatan, Rabu (29/11/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Sosialisasi Antisipasi Kerawanan Pilkada Serentak Tahun 2018 di RM Margajaya, Bekasi Selatan, Rabu (29/11/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

PILKADA yang digelar secara serentak pada 2018 menjadi momen yang sangat krusial. Berbagai kecurangan yang tidak masuk daftar pemilih atau ‘pemilih siluman’ menjadi catatan serius.

Karenanya, di Kota Bekasi seluruh Organisasi masyarakat (Ormas) sepakat mengawal penyelenggaraan Pilkada. Ini disepakati dalam diskusi yang dimotori Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bekasi di RM Margajaya, Bekasi Selatan, Rabu (29/11/2017).

Ketua FKDM Kota Bekasi Dedy Hidayat, mengatakan organisasinya akan mengawal sampai tuntas lembaga penyelenggara Pilkada di Kota Bekasi untuk menghindari kecurangan, dalam hal ini adalah KPU, panwaslu, Pemerintah Kota Bekasi dan Kepolisian Republik Indonesia.

“Saat ini yang kami anggap rawan adalah tahapan penyusunan DPS (Daftar Pemilih Sementara) ke DPT (Daftar Pemilih Tetap),” kata Dedy usai acara sosialisasi ‘Antisipasi Kerawanan Pilkada Serentak Tahun 2018’.

Karena itu, pihaknya mengundang seluruh Ormas di Kota Bekasi untuk mengawal penyelenggaran pesta demokrasi lima tahunan di Kota Bekasi khusunya dan umumnya di Jawa Barat.

“Karena itu, setiap Ormas sudah mengintruksikan ke masing-masing wilayah di kecamatan untuk mengawasi Pilkada, juga masa tahapan kampanye, ASN (Aparatur Sipil Negara) juga tidak boleh terlibat, jika ada maka akan kita laporkan, kita juga meminta pihak kepolisian fair dalam menangani kasus nanti,” tandasnya.

Sementara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, Abdillah meminta masyarakat Kota Bekasi dapat menjadi garda terdepan dalam mengawal pelaksanaan Pilkada Kota Bekasi di 2018 mendatang.

Menurut Abdillah, kerawanan pada Pilkada 2018 mendatang, pasti akan terjadi. Oleh sebab itu Ormas yang ada di Kota Bekasi pun harus menjadi icon peredam peristiwa tersebut.

“Karena yang didepan kita ini (Ormas) adalah icon-icon, figur-figur mayarakat yang bisa meredam, yang bisa menjelaskan kepada masyarakat di Kota Bekasi,” kata dia.

Dia menilai, Pilkada di Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu, tidak menimbulkan gejolak yang signifikan. Proses pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bekasi pun berjalan mulus, tanpa hambatan.

“Pilkada di DKI Jakarta dan Kabupaten Bekasi kemarin, aman, tidak ada masalah. Masa kita tidak bisa seperti itu, menyikapinya dengan arif dan bijak. Oleh itu saya mengajak kepada segenap stakholder membantu mengawal proses Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang, dengan arif dan bijak. Kita sama-sama mengamankan, baik apararturnya, pengawasnya dan ormas yang ada harus bergotong royong dan kerja bersama membantu mengawal dan mengamankan Pilkada 2018 agar kondusif,” tutupnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …