Saksi Dilarang Pakai Atribut Partai

Ilustrasi Pilkada

Ilustrasi Pilkada

KETUA KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi menjelaskan pemilih Pilkada Kota Bekasi di hari pemungutan suara pada Juni 2018 mendatang dilarang berkostum ataupun memasang simbol-simbol kontestan pasangan calon (paslon). Larangan tersebut berlaku baik di dalam maupun di luar tempat pemungutan suara (TPS).

“Hari pemungutan suara tidak boleh ada kegiatan maupun simbol-simbol pasangan calon, juga alat-alat peraga kampanye di sekitar TPS, apa lagi di dalam TPS,” katanya, Selasa (28/11/2017).

Ia menyebutkan simbol-simbol tersebut selain nomor urut dan alat peraga berkaitan dengan kontestan paslon peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi termasuk fotonya.

“Yang dimaksud dengan simbol-simbol kampanye itu nomor urut, foto pasangan calon maupun jargon-jargon politik,” ujar Ucu.

Ia mengatakan, pemilih juga saksi yang memakai atribut pasangan calon di TPS dikhawatirkan akan menggangu pilihan pemilih.

“Pemilih, Saksi luar maupun saksi dalam tidak dibenarkan memakai atribut pasangan calon,” katanya.

Jika ditemukan, pihak penyelenggara wajib memberi teguran kepada saksi. Jika saksi memakai baju partai atau baju pasangan, saksi tersebut wajib pulang dan boleh kembali ke TPS setelah mengganti baju.

“Sementara atribut lain seperti topi juga wajib dilepas,” tegasnya.

Bukan hanya seragam partai, saksi yang memakai baju olahraga bernomor 1 dan 2 dan lainnya juga tidak diperbolehkan.

“Memakai baju bola yang ada angka 1 dan 2, itu juga tidak boleh. Apalagi memberikan isyarat dengan tangan kepada pemilih,” jelasnya.

Larangan itu, kata Ucu, mengacu kepada undang-undang yang telah ditetapkan.

Selain itu, saksi dalam wajib ada surat mandat. Saksi dalam dan luar juga wajib mematuhi peraturan yang diterapkan pihak penyelenggara.
“Tanpa surat mandat, saksi tidak diperbolehkan masuk di TPS,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …