Rencana Dinas PUPR di 2018 Atasi Kemacetan Jalan Ahmad Yani

(Ilustrasi) Suasana Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Jumat (11/4/2016) pagi. (Foto: Yakub/GoBekasi)

(Ilustrasi) Suasana Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Jumat (11/4/2016) pagi. (Foto: Yakub/GoBekasi)

JALAN Ahmad Yani, Bekasi Selatan, menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Bekasi. Itu akibat penataan kota yang kurang tertata.

Soalnya, lokasi tersebut juga menjadi akses keluar masuk kendaraan ke Tol Jakarta-Cikampek melalui gerbang Bekasi Barat.

Oleh karenanya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi bakal membangun proyek yang direncakan mulai 2018.

Proyek itu berada di titik putar U-turn atau kolong Jembatan Ahmad Yani.

Sekretaris Dinas PUPR, Arif Maulana, mengatakan melalui proyek itu maka kepadatan di simpang REVO Town Pekayon, Bekasi Selatan.

Rencanaya, titik U-turn Jalan Ahmad Yani akan dibuat koridor akses masuk kendaraan menuju Jakarta via Gerbang Tol Bekasi Barat II.

“Tepat di kolong jembatannya akan kita buat putaran menuju arah Rawapanjang,” kata Arif, Selasa (28/11/2017).

Ia memastikan, proyek pembuatan titik putar itu tidak akan memerlukan anggaran pembebasan lahan. Karena, sodetan titik putar memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kota Bekasi.

“Jadi, arus lalu lintas dari arah Pekayon yang akan belok ke arah Rawapanjang tidak bisa lagi langsung ke kanan, mereka harus berputar dulu di titik u-turn baru mengarah ke Rawapanjang,” jelas dia.

Proyek tersebut rencananya akan mulai digarap pihaknya pada 2018, namun saat ini proses persiapannya mulai dilakukan dengan pembuatan perencanaan kegiatan.

Nantinya, kata Arif, Jembatan Layang Pekayon di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan akan memiliki dua koridor titik putar.

Pertama di lokasi eksisting depan Hotel Grand Amarosa untuk kendaraan dari arah utara yang mengarah ke Tol Barat I, dan titik putar berikutnya di depan REVO Town. (kub/gob)



loading...

Feeds