Polisi Cokok Wartawan Abal-abal Usai Peras Pengusaha Las di Bantargebang

ilustrasi seseorang sedang di borgol

ilustrasi seseorang sedang di borgol

SATU dari tiga orang komplotan pelaku pemerasan yang mengaku sebagai wartawan, AK (28) diamankan pihak kepolisian. Ia beraksi bersama dua orang rekannya yang mengklaim sebagai anggota LSM dan Ormas.

AK tertangkap saat hendak melakukan pemerasan kepada pengusaha las di Kampung Ciketing, RT 001/005, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Jumat (17/11/2017) lalu.

Saat menjelankan aksinya, AK diketahui mengaku berasal dari LSM. Sementara itu rekan AK yaitu S mengaku sebagai wartawan dan F mengaku sebagai anggota Ormas masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau belum diamankan pihak kepolisian.

Dalam menjalankan aksinya, ketiga orang itu mengancam pengusaha las yang menggunakan gas tiga kilogram. Mereka menakut-nakuti korban dan meminta uang sebesar Rp10 juta agar tidak melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian.

Karena takut dengan aksi dari wartawan gadungan dan orang yang mengaku sebagai anggota Ormas dan LSM, akhirnya penjual gas tersebut memberikan uang sebesar Rp300 ribu dan berjanji akan memberikan sisanya.

Setelah komplotan pemeras itu pergi, korban melaporkannya kepada pihak kepolisian. Dia pun menelepon ketiga orang itu untuk dating dan mengambil uang sebesar Rp2 juta setelah melapor ke aparat kepolisian.

Salah satu tersangka, AK datang dan langsung ditangkap setelah diberikan uang sebesar Rp 2 juta.

“Ada pihak yang mengaku wartawan, tapi yang jelas itu wartawan abal-abal setelah kita periksa bahwa dia hanya mengaku. Yang kedua mengaku LSM dan yang ketiga mengaku ormas. Tiga orang ini memang sudah modus, mereka mendatangi korban sempat memotret tabung gas. Usahanya memang las, pada saat dia las pakai tabung gas 3 kilogram setelah itu dia langsung menakut-nakuti korban. Untuk mengelas menggunakan gas tiga kilo itu dia menyalahi hak migas, kalau tidak diselesaikan akan dibawa ke kantor polisi,” jelas Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo, Senin (27/11/2017).

Dari hasil pemeriksaan kepada pelaku yang tertangkap, ketiganya sudah sering melakukan aksi serupa dengan sasaran bervariasi.

“Kalau pengakuan mereka baru dua kali, tapi masih kita sinyalir lagi. Modusnya hanya mencari-cari, jadi bukan hanya korban yang pengusaha tapi dia sempat mendatangi juga sekolahan, Pemda-Pemda atau kelurahan yang dianggap bisa menguntungkan mereka,” tambahnya.

Kepada ketiga tersangka terancam dikenakan Pasal 368 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Saat ini, pihak kepolisian melakukan pendalaman untuk menangkap dua orang tersangka lainnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …