Jelang Pilkada, FPK Jadi Garda Terdepan Tangkal Isu SARA di Kota Bekasi

Sosialosasi kebangsaan oleh FPK Kota Bekasi di RM Griya Wulansari, Senin (27/11/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Sosialosasi kebangsaan oleh FPK Kota Bekasi di RM Griya Wulansari, Senin (27/11/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KONSTELASI politik di Kota Bekasi mulai memanas jelang Pilkada yang digelar secara serentak pada 2018 mendatang. Karenanya, keberagaman Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) harus tetap dijaga.

Karena itu, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Bekasi bakal menjadi garda terdepan menangkal isu SARA dengan menggelar sosialisasi kepada para pemuda dan antar etnis.

“Jangan ada gerakan yang ingin merusak demi memenuhi hasyrat kepentingan personal. Makanya kita adakan sosialosasi kepada semua etnis dari sabang sampai merauke,” kata Ketua FPK, HM Narulloh saat ditemui di RM Griya Wulansari, Bekasi Selatan, Senin (27/11/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Jelang Pilkada, FPK Jadi Garda Terdepan Tangkal Isu SARA di Kota Bekasi

Ketua FPK Kota Bekasi, HM Nasrulloh saat ditemui usai sosialisasi kebangsaan di RM Griya Wulansari, Bekasi Selatan, Senin (27/11/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Ia sendiri menilai jika Kota Bekasi sangat heterogen. Semua suku agama yang ada di Indonesia rupany ada di Kota Patriot ini. Dengan kelebihannya, maka kata dia, kota ini layak dijaga.

“Sosialisasi ini sekaligus memperkenalkan mereka (generasi muda) dengam suku yang ada di Indonesia. Dan sayaa senang target mengahdiri 50 orang bisa lebih,” katanya, seraya menyampailan jika organisasinya terbentuk sejak tahun 2009 silam.

Sementara, Sekretaris Jendral FPK Kota Bekasi, Qomarudin menambahkan jika saat ini organisasinya yang baru berjumlah 35 dalam kepengurusan, terbentuk untuk membentengi Bhineka Tunggal Ika.

“Manusia yang tinggal di Indonesia mempunyai kelebihan dan kekurang. Maka kita wajib menerima perbedaan pendapat, jangan hanya mementingkan ego yang resikonya dapat membelah NKRI,” tegas dia.

Menurutnya, negara ini jauh lebih penting ketimbang kepentingan hasrat kebutuhan manusia lainnya.

“Jadi mulai dari diri sendiri harus bangga karena kita punya bermacam suku, ras  dan aneka budaya. Ini suatu aset bangsa yang sangat besar nilanya yang harus ditonjolkan, bukan untuk dibenturkan,” tandas Qomarudin. (kub/gob)



loading...

Feeds

SMAN 2 Kota Bekasi jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional

PPP Resmi Usung Rahmat Effendi-Sholihin

DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi telah mengeluarkan surat rekomendasi mengusung Rahmat Effendi dan Sholihin untuk …
Ketua DPC Gerindra Imbau Para Balon Wali Kota Intropeksi Diri

Gerindra Ogah Hanya Jadi Pendukung

BENDAHARA DPC Gerindra Kota Bekasi, Muhamad Dian, menegaskan jika partainya tidak akan menjadi partai pendukung, melainkan pengusung pada Pilkada Kota …
Polisi memegang celurit yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban, Senin (11/12/2017). (Foto: M Yakub/GoBekasi)

Polisi: Pembunuh Bukan Kekasih Korban

KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi Kota, memastikan jika kasus pembunuhan yang menimpa gadis SMA bernama Mashita Octavian (18) adalah salah salah …