Lagi, Warga 2 Perumahan Kompak Tolak Sentra Kuliner

Warga memasang spanduk penolakan terhadap sentra kuliner, Bekasi Utara, Minggu (26/11/2016). (Foto: Ist)

Warga memasang spanduk penolakan terhadap sentra kuliner, Bekasi Utara, Minggu (26/11/2016). (Foto: Ist)

RATUSAN warga Perumahan Duta Harapan dan perumahan Telaga Mas Bekasi Utara menggelar aksi simpatik di danau ruang terbuka hijau fasos fasum. Warga menolak tegas pembangunan kios kuliner di areal danau tersebut, Minggu (26/11/2017).

Selain melakukan orasi, warga juga membentangkan spanduk dan penandatanganan menolak berdirinta kios ilegal yang nantinya akan merusak ekosistem danau dan daerah resapan air di musim penghujan.
Menurut perwakilan seorang warga, Atam Muharam mengatakan, aksi yang dilakukan untuk kesekian kalinya ini dilakukan untuk menolak bangunan kios kuliner yang berada di sepadan danau.

“Ini sudah menyalahi aturan, karena fungsi danau adalah menjadi resapan air saat musim pemghujan, kalo dijadikan bangunan kios kuliner tetep dipaksakan maka Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyalahi aturan,” ucapnya lantang Minggu (26/11/2017).

Warga menandatangani dukungan penolakan sentra kuliner, Minggu (26/11/2017). (Foto: Ist)

Warga menandatangani dukungan penolakan sentra kuliner, Minggu (26/11/2017). (Foto: Ist)

Padahal lanjut dia, di Undang-Undang RI nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, selain itu tidak selaras dengan peraturan Kementerian PUPR Nomor 28 Tahun 2005 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan garis sepadan danau karena sempadan danau sejauh 50 meter tidak boleh ada bangunan permanen.

Bukan hanya itu, warga menduga bangunan kios kuliner ilegal tersebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

“Kami merasa pembangunan ini ada kepentingan-kepentingan oknum, Kami juga menegaskan kalau tidak segera di bongkar, ratusan warga akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan akan menempuh jalur hukum,” tandasnya. (dyt/gob)



loading...

Feeds