Nah Lho… Kampung Pemulung di Bintara Berpotensi Idap Penyakit Menular

Para anak Sekolah Kami mengantri untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis yang diberikan oleh Rostary Club Jakarta Metropolitan, Sabtu (25/11/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Para anak Sekolah Kami mengantri untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis yang diberikan oleh Rostary Club Jakarta Metropolitan, Sabtu (25/11/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KAMPUNG Pemulung di RW 09, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, berpotensi tinggi mengidap penyakit menular seperti tuberkulosis dan HIV.

Sedikitnya, ada tiga faktor yang memicu penyakit menular itu, yakni permukiman yang kurang higienis, pemahaman tentang kesehatan yang minim, dan gaya hidup yang riskan berganti-ganti pasangan suami/istri

“Banyak yang menikah dalam usia muda berkisar belasan tahun. Bahkan ada juga yang menikah dua hingga tiga kali,” kata Kepala Sekolah Kami, Irina Amongpradja, Sabtu (25/11/2017).

Irina menyampaikan hal itu, karena mempelajari gaya hidup para pemulung. Lokasi sekolah miliknya juga berada di satu wilayah dengan Kampung Pemulung.

Bahkan, anak-anak mereka banyak yang mengenyam pendidikan non-formal di sekolahnya.

“Ada 120 siswa yang mengenyam pendidikan di kelompok belajar anak-anak pemulung dan kaum dhuafa yang sudah berdiri sejak 2001 ini,” ujar perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter umum ini.

Menurut dia, banyak para pemulung di sana yang masih berusia muda, namun sudah beranak tiga. Mereka memiliki banyak anak karena menikah dalam usia belasan tahun, atau ketika sang perempuan telah mengalami menstruasi/haid.

Warga di sana beranggapan, menstruasi sebagai tanda sang anak telah dewasa dan cukup umur untuk melaksanakan pernikahan.

Namun di tengah perjalanan, mereka kerap berseteru pada egonya masing-masing.
Implikasinya, rumah tangga mereka retak dan berakhir pada perceraian.

“Anak usia belasan tahun sudah dinikahkan, padahal pikirannya saja belum sangat dewasa. Sehingga, bila ada rasa bosan, mereka cenderung bercerai dan berganti-ganti pasangan,” imbuhnya.

Karena itu, dalam berbagai kesempatan pihaknya berkali-kali memberi penyuluhan tentang bahaya penyakit menular. Bahkan, pada Sabtu tadi, Rotary Club Jakarta Metropolitan memberi penyuluhan tentang bahaya penyakit menular dan pemeriksaan kesehatan gratis di sekolahnya.

“Saya berharap penyuluhan ini bisa memperluas wawasan warga mengenai bahaya penularan penyakit kritis, terutama penyakit kelamin,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …
SMAN 2 Kota Bekasi jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional

PPP Resmi Usung Rahmat Effendi-Sholihin

DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi telah mengeluarkan surat rekomendasi mengusung Rahmat Effendi dan Sholihin untuk …
Ketua DPC Gerindra Imbau Para Balon Wali Kota Intropeksi Diri

Gerindra Ogah Hanya Jadi Pendukung

BENDAHARA DPC Gerindra Kota Bekasi, Muhamad Dian, menegaskan jika partainya tidak akan menjadi partai pendukung, melainkan pengusung pada Pilkada Kota …