Warga Pejuang Minta Transparansi Penggunaan Anggaran

Gapura RW 10 Kelurahan Pejuang. (Foto: GoBekasi)

Gapura RW 10 Kelurahan Pejuang. (Foto: GoBekasi)

WARGA kelurahan Pejuang kecamatan Medansatria, mempertanyakan proses perbaikan saluran air atau drainase di lingkungan RT 01 dan RT 02 RW 10 Kelurahan Pejuang. Pasalnya, perbaikan saluran air tersebut tidak sesuai dengan perencanaan.

Selain itu juga, proyek pengerjaan saluran air dengan nilai Rp200 juta tersebut dinilai tidak tepat sasaran. Salah seorang warga RW 10, Andi mengatakan, dana sebesar Rp200 juta tersebut seharusnya untuk perbaikan saluran air. Namun sebagian justru untuk pembangunan gapura.

“Yang saya lihat perbaikan saluran air hanya memperbaiki yang rusak saja dan bahan-bahan untuk memperbaiki saluran air tidak memenuhi standar atau bisa dibilang tidak bagus,” ungkapnya kepada Radar Bekasi (grup pojoksatu.id)

Selain itu, menurutnya, proses pengerjaan saluran air tidak transparan. Biasanya, kata dia, setiap pengerjaan dari anggaran pemerintah pasti ada papan pemberitahuan.

”Kalau disini tidak ada. Kami sangat khawatir anggaran tersebut tidak terserap dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu Ketua RW 10, Nurdin mengaku tidak mengetahui proses perbaikan saluran air tersebut.

“Saya aja pas taunya perbaikan lingkungan setelah proyek perbaikan itu berjalan. Untuk perbaikan lingkungan apa saja yang di perbaiki saya tidak tau,” kata Nurdin saat di tememui di kediamannya.

Lurah Pejuang Isnaini mengatakan, proses perbaikan saluran air tersebut merupakan tanggung jawab dari Badan Kesewadayaan masyarakat (BKM) kelurahan pejuang. Dia meminta, anggaran yang dikeluarkan dari pemerintah Kota Bekasi bisa tepat sasaran.

“Saya sebagai lurah hanya mengetahui saja bahwa perbaikan tersebut sudah berjalan dan sudah mendapat bantuan dari pemerintah, untuk teknisnya itu memang langsung di monitor oleh BKM Kelurahan Pejuang” ungkapnya.

(pra/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …