DPRD Kebut 22 Raperda

Ilutrasi Raperda

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi tengah mengebut penyelesaian 22 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) hingga akhir tahun 2017 ini.
Ketua Badan Legislatif (Banleg) Abdul Muin Hafiedz, mengatakan 22 Raperda teridiri dari empat usulan dari DPRD dan sisa raperda tahun 2016 sebanyak sembilan, serta tujuh pengajuan di tahun 2017.
“Dari 22 raperda yang ada, dua diantaranya sudah di pansuskan dan telah selesai. Sementara 10 telah di pansuskan dan belum selesai sementara sisanya masih dalam proses,” kata Muin, Jumat (24/11/2017) kepada GoBekasi.co.id.
10 yang masih belum selesai diantaranya adalah raperda pelayanan kepemudaan di pansus 16, pencabutan peraturan daerah nomor 13 tahun 1998 tentang pajak pengambilan dan pngendalaian golongan C pansus 15.
Raperda pengolahan pengawasan makanan siap saji di pansus 16, raperda air minum Kota Bekasi pansus 16, penanggulangan kemiskinan di pansus 22, penyelenggara pendidikan Kota Bekasi pansus 22, pengolahan air limbah domestik di pansus 15 dan perubahan nomor 12 tahun 2015 tentang pengelolaan Masjid Agung Al-Barkah di pansus 16.
“Dalam waktu singkat ini sebenenanya sudah 1 bulan dilaksanakan pansus, di penugasan teman-teman, dan saat ini belum selesai, diharapkan pada Desember rampung,” ujarnya.
Ia sendiri optimis 22 Raperda rampung sampai akhir tahun 2017. Hal itu lantaran sudah dilaksanakan penugasan masing-masing pansus. Bahkan diantara pansus kata Muin, sudah ada yang melakukan konsultasi ke Kementerian dalam negeri dan juga Gubernur Jawa Barat.
Muin juga terus mengantisipasi adanya argumen politik dalam melaraskan 16 Perda baru nanti. Soalnya, Kota Bekasi sendiri segera melaksanakan Pilkada 2018.
“Kita juga fokus agar APBD murni 2018 segera rampung, karena takut ada campur tangan untuk kepentingan Pilkada, khususnya untuk anggaran 2018 harus segera di paripurnakan,” tandasnya. (kub/gob)


loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …